TANGERANG - Partai tandang masih menjadi partai sial bagi tim "Ayam Kinantan" PSMS Medan. Dalam lanjutan kompetisi Liga Indonesia (LI) XI 2005, di Stadion Benteng, Kota Tangerang, Rabu (13/4), PSMS dikalahkan tuan rumah Persita Tangerang, 0-4. Gol Persita diciptakan Zaenal Arief di menit kedua, Eppala Jordan (26), Ilham Jaya Kesuma (70), dan satu gol bunuh diri di menit ke-88.
"Gol pertama karena pemain kami belum siap, gol kedua karena pemain kami lengah, gol ketiga kecolongan, siapa juga bisa melakukannya, dan yang keempat bunuh diri. Jadi terus terang saja, kami kalah bukan karena lawan yang hebat," ujar pelatih PSMS, Sutan Harhara, usai pertandingan.
Selain itu, Sutan menuding ulah wasit Suprihatin sebagai penyebab kekalahan timnya. Katanya, wasit cenderung memihak kepada tuan rumah. Dia menyoroti dijatuhkannya penyerang PSMS Christian Carrasco di dalam kotak penalti Persita. Namun peristiwa yang terjadi di babak kedua itu tidak berbuah hadiah tendangan penalti untuk PSMS.
Di hadapan sekitar 14.000 penonton, wasit Drs Suprihatin memberikan empat kartu kuning masing-masing kepada Riswandi, Mario Alberto (PSMS), Maman dan Fallah Jonson (Persita).
Sementara itu pelatih Persita, Syamsudin Umar mengatakan bahwa tim asuhannya dengan cepat mengubah pola permainan sehingga mereka dapat membaca gerakan lawan.
Protes ke PSSI
Sementara itu di Kediri, kendati sukses menahan tuan rumah Persik Kediri 1-1, namun Persebaya Surabaya tetap melancarkan protes ke PSSI karena tidak puas dengan kepemimpinan wasit Alil Rinenggo di Stadion Brawijaya, Kediri.
"Surat protes tadi sudah diserahkan oleh kapten tim Mursyid Efendi kepada Pengawas Pertandingan untuk disampaikan kepada PSSI," ujar H Susanto, Asisten Manajer Persebaya usai pertandingan seperti yang dikutip Antara.
Dia mengungkapkan, timnya sangat dirugikan oleh kepemimpinan wasit Alil Rinenggo asal Semarang itu. Modus memanfaatkan dan mempengaruhi wasit kerap dilakukan Persik, khususnya ketika bertanding di kandang sendiri. Sekadar mengingatkan, wasit Tavip Dwi Handoyo asal Wonosobo diganti secara mendadak di babak kedua ketika Persik menjamu Persipura di Stadion Brawijaya yang berakhir 2-1 untuk keunggulan tuan rumah, Minggu (10/4) lalu.
Hal senada juga diungkapkan Manajer Persebaya, Saleh Ismail Mukadar yang mengaku sejak awal timnya bakal dikerjai. "Tetapi kami patut bersyukur, karena ternyata keberhasilan kami merebut satu poin di kandang lawan hasil kerja keras dan bukan karena dibela wasit," ujar Saleh yang juga anggota DPRD Jawa Timur itu.
Sementara Manajer Persik, Iwan Budianto membantah jika timnya lebih banyak diuntungkan kepemimpinan wasit. "Saya kira wasit bersikap netral, buktinya gol yang dicetak Harianto dianulir dan kami anggap keputusan itu benar karena memang sebelumnya pemain kami menghalang-halangi pergerakan kiper lawan," tandas Iwan.
Wasit Dilempari
Sementara itu, di kota tetangga Surabaya, Sidoarjo, tim tamu Arema Malang menahan imbang tuan rumah Deltras Sidoarjo 2-2 (0-2) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Deltras sempat unggul lebih dulu lewat gol yang dipersembahkan Michael Adolfo menit ke-10 dan Leandro Braga dari tendangan penalti menit ke-22, setelah Putu Gede menyentuh bola di dalam daerah kotak penalti.
Arema berhasil membalas melalui gol Joao Carlos menit ke-54 dan Errol FX. Iba menit ke-82, yang keduanya memanfaatkan kemelut di depan gawang Deltras. Namun usai pertandingan sempat terjadi insiden aksi pelemparan botol minuman yang dilakukan oleh suporter kepada wasit Aeng Suarlan dan Asisten wasit I Alexander Da Costa dan Asisten Wasit II Murdono. Sebelumnya, sejumlah pemain Deltras juga mengejar mereka.
Pelatih Arema, Benny Dolo ketika disinggung mengenai kepemimpinan wasit tidak berani berkomentar banyak, hanya mengatakan parah sekali, sehingga merugikan kedua tim.
Keluhan lebih keras datang dari kubu Deltras. Pelatih Yusack Sutanto dengan nada emosi menegaskan, wasit tidak becus. Dia menilai, gol kedua Arema itu semestinya dianulir, karena sebelum terjadi gol, saat kemelut, Murdono sudah mengibarkan bendera tanda terjadi pelanggaran terhadap kiper Helconi Hermain.
Hal itu juga dibenarkan pengawas pertandingan Drs Dharma Setiawan. Menurut dia, sebelum terjadi gol kedua, memang Murdono sudah mengibarkan bendera, sebagai tanda terjadi pelanggaran.
(F-4/133/029/080/148/070)
Hasil, Klasemen, dan Jadwal LI 2005
Wilayah I
Hasil Rabu, 13 April:
Di Palembang, Sriwijaya FC vs PSDS Deli Serdang 2-1
Di Tangerang, Persita vs PSMS Medan 4-0
Di Semarang, PSIS vs Persib Bandung 3-0
Di Sleman, PSS vs Persikota Tangerang 1-0
Di Sidoardjo, Deltras vs Arema Malang 2-2
Di Madiun, Persekabpas vs Persija Jakarta 1-1
Klasemen
1. Persija 8 6 1 1 16-7 19
2. Arema 7 4 2 1 16-6 14
3. PSIS 8 4 2 2 12-7 14
4. Persib 6 4 0 2 9-7 12
5. PSDS 7 3 2 2 12-11 11
6. Persita 7 3 1 3 9-5 10
7. Persikota 6 3 1 2 9-7 10
8. PSMS 8 3 2 3 10-12 10
9. Deltras 8 3 1 4 11-15 9
10. Persekabpas 6 2 2 2 6-6 8
11. PSPS 7 2 1 4 6-11 7
12. PSS 8 2 1 5 3-13 7
13. Semen Pd 7 2 0 5 7-10 6
14. Sriwijaya FC 7 1 1 5 6-12 4
Jadwal, Rabu (20/4):
Persija vs Sriwijaya FC
Arema vs Persita
Perikota vs PSPS
Persib vs Semen Padang
Wilayah II
Hasil Rabu, 13 April:
Di Malang, Persema vs Persipura Jayapura 2-0
Di Kediri, Persik vs Persebaya Surabaya 1-1
Di Minahasa, Persmin vs PKT Bontang 1-0
Di Bolaang Mongondouw, Persibom vs Persiba Balikpapan 3-0
Di Lamongan, Persela vs Pelita KS Cilegon 2-1
Di Makassar, PSM vs Persija Jepara 2-0
Klasemen:
1. PSM 5 4 1 0 13-4 13
2. Persipura 7 4 0 3 7-5 12
3. Persela 8 3 3 2 11-11 12
4. Persmin 8 3 3 2 6-6 12
5. Persik 7 3 2 2 10-7 11
6. Persijap 8 2 4 2 7-6 10
7. Persibom 7 3 1 3 8-7 10
8. Persegi 6 3 0 3 8-8 9
9. Persema 6 3 0 3 6-7 9
10. PKT 5 3 0 2 5-6 9
11. Pelita KS 7 3 0 4 8-13 9
12. Persebaya 4 1 3 0 7-3 6
13. Petrokimia 7 1 1 5 8-14 4
14. Persiba 5 1 0 4 2-8 4
Jadwal Rabu (20/4):
Pelita vs Persema
Persija vs Persik
PKT vs Petrokimia
Persiba vs Persegi