JAKARTA - Partai tunda antara tim Persekabpas Pasuruan versus Arema Malang kemungkinan besar akan dialihkan ke Solo, Jawa Tengah. Menurut keterangan Ketua Bidang Liga Indonesia, Andi Darussalam Tabusala saat dihubungi sedang berada di Madiun, Jatim, Rabu (13/4), Stadion Manahan, Solo, sementara menjadi alternatif utama dari pertandingan antara tim "Lasker Sakera" dengan tim "Aremania" yang ditunda sejak Minggu (10/4) menyusul terjadinya kerusuhan dan tawuran antarkedua kelompok suporter sebelum pertandingan dimulai. Rencananya, partai tunda tersebut akan digelar 30 April mendatang.
"Saya sudah mendiskusikan soal tempat pertandingan tunda itu dengan Persekabpas dan Arema, dan kedua tim setuju jika partai itu harus dialihkan ke tempat lain. Ada beberapa alternatif, namun Solo sementara ini memang menjadi pilihan pertama," ujar Salam, sapaan akrab Kabid Liga Indonesia itu.
Salam yang berada di Madiun untuk menyaksikan pertandingan antara Persekabpas melawan Persija Pusat, yang berakhir imbang 1-1, juga memastikan jika partai tunda "Lasker Sakera" versus "Aremania" tersebut tetap dapat disaksikan oleh penonton. Namun demikian, masalah penonton ini, masih akan dikonsultasikan dengan aparat keamanan setempat.
"Rencananya, Kamis besok (hari ini-red) saya akan bicarakan masalah penonton ini dengan aparat keamanan setempat. Dalam pembicaraan itu tentunya saya juga akan melibatkan aparat keamanan dari Madiun," ujar Salam.
Salam juga menyatakan, kendali keamanan untuk partai tunda di Solo itu tentunya tetap akan dipegang oleh aparat keamanan dengan supervisi dari komisi keamanan PSSI, yang diketuai oleh Brigjen Pol (Purn) Drs Ashar Suryobroto.
Menurut keterangan Ketua Komisi Keamanan PSSI, Brigjen Pol (Purn) Drs Ashar Suryobroto, Kapolresta Madiun AKBP Drs IK Argawa SH, MM sangat keberatan jika partai tunda Persekabpas dengan Arema tetap dilangsungkan di Stadion Wilis, Madiun. Kapolresta Madiun juga menyangsikan partai tunda tersebut akan tetap aman jika dilangsungkan di daerah Jawa Timur lainnya, seperti Gresik.
Sebab, Gresik relatif tetap mudah dijangkau baik dari Pasuruan atau Malang,. Oleh karena itu, Kapolresta Madiun, AKBP Drs IK Argawa mendukung usulan bidang liga PSSI dengan memindahkan pertandingan tersebut ke luar Jawa Timur.
"Di mana tempat-tempat di Jawa Timur ini yang tidak bisa dijangkau oleh kelompok suporter tim asal Jatim?" tanya Ashar Suryobroto, yang juga berada di Madiun menyaksikan pertandingan Persekabpas dengan Persija Pusat.
Menyinggung masalah kedatangan suporter tim Lasker Sakera dan Aremania yang kemungkinan akan ikut memberikan dukungannya kepada tim masing-masing pada pertandingan tunda di Solo, Kabid Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusala menyatakan, hal ini akan dibicarakan lebih jauh dengan kedua tim dan aparat keamanan setempat. (F-4)