NAMA dan jabatan Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), SK Lerik, dicatut oknum tidak dikenal untuk menipu dan memeras sejumlah pengusaha. Untuk itu, Pemerintah Kota Kupang telah memasang beberapa lembar spanduk di tempat-tempat strategis yang isinya mengimbau masyarakat agar tidak tertipu.
Wali Kota Kupang, SK Lerik didampingi Asisten Bidang Pemerintahan, Gabriel Kahan mengemukakan hal itu kepada Pembaruan di Kupang, Kamis (14/4) pagi.
Menurut SK Lerik, aksi penipuan yang dilakukan oknum tidak dikenal tersebut diketahui berdasarkan laporan beberapa pengusaha yang datang menghadap walikota, setelah penipu menelepon dan meminta agar mereka segera menghadap untuk urusan proyek.
Dikatakan, sebenarnya masyarakat tahu persis kalau segala urusan pelelangan atau tender proyek, sama sekali bukan urusan wali kota. Sebab, urusan proyek fisik, umumnya ditangani Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil). Sehingga, mestinya masyarakat tidak usah terpancing ulah penipu yang meminta agar segera menghadap wali kota. (120)
JALAN layang Paspati (Pasteur -Surapati) Bandung, Jawa Barat (Jabar), batal digunakan para delegasi peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA), padahal jalan layang ini sengaja dibangun untuk memudahkan rombongan memasuki Kota Bandung.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Ir Joko Kirmanto di sela-sela peninjauan pembangunan Jalan Paspati, Rabu (13/4) mengatakan, batalnya penggunaan jalan layang Paspati karena kondisi jalan belum tuntas dan tidak biasa dipaksakan. "Jalan ini secara fungsional akan selesai pada akhir April, tapi saya tidak mau memaksakan demi keamanan semua. Jadi jalan ini paling baru bisa selesai 100 persen pada akhir Mei," ujarnya.
Untuk itu, Joko merekomendasikan agar para delegasi KAA tidak menggunakan jalan layang Paspati tapi menggunakan jalan di bawahnya.
Menurut Joko, masalah paling utama dalam penggunaan jalan baru sepanjang 2,5 km ini adalah karena ada badan inti jalan sepanjang 160 meter yang sama sekali belum tersambung dan tak mungkin diselesaikan dalam waktu dekat. (150)
RATUSAN mahasiswa asal Jambi yang mengikuti kuliah di Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Bung Hatta (Unbu) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mulai eksodus ke daerah masing-masing. Ini disebabkan gempa bumi 6,7 skala richter (SR) Minggu lalu dan meletusnya gunung berapi Talang di Solok. Para mahasiswa asal Jambi meninggalkan Padang karena situasi belajar-mengajar di kampus mereka sudah tidak menentu akibat kekhawatiran terhadap bahaya gempa susulan dan gunung meletus.
Desty Utami (20), mahasiswa asal Kota Jambi, semester I jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran Unand Padang yang tiba di Kota Jambi, Rabu (13/4), kepada Pembaruan mengatakan, mahasiswa asal Jambi di Padang sudah banyak yang kembali ke daerah asal karena khawatir bencana gempa susulan, dan meletusnya gunung berapi di Solok.
"Sebenarnya pengumuman libur kuliah di Unand Padang belum ada setelah terjadinya gempa dan gunung meletus," kata Desty Utami. (141)