JAYAPURA - Upaya regu penolong mencari pesawat Twin Otter milik GT (Germania Trisila) Air dengan nomor register PK-LTZ yang memuat 17 penumpang dilanjutkan Kamis pagi waktu setempat. Tim SAR yang diterjunkan belum berhasil me- nemukan pesawat nahas itu karena dihadang cuaca buruk.
Pencarian melibatkan pesawat Twin Otter milik MAF (Mission Aviation Fellowship), pesawat berbadan kecil milik AMA (Associated Mission Aviation), serta satu helikopter jenis Bell 212 milik Airfast, ungkap Kepala Sub Dinas Penerbangan Udara dan Parawisata Mimika, John Retob, kepada Pembarun, Kamis pagi, di Jayapura.
"Pencarian hari in dimulai pukul 6.00 WIT dengan pesawat milik AMA dengan rute terbang pesawat GT Air yang jatuh, seperti kemarin. Setelah tiga jam penerbangan, pesawat kembali tanpa ada hasil. Dan karena hari ini di Timika cuaca sedang hujan, sementara pencarian dihentikan sambil menunggu hujan reda," tuturnya.
Kemarin siang, lanjutnya, selain cuaca yang kurang baik, pencarian menghadapi hutan lebat serta dua gunung yang tinggi. Pesawat hanya bisa bisa terbang terendah 5.000 kaki dan paling tinggi 10.000 kaki, jelas John yang sedang berada di Bandara Mosses Kilangain, Timika, sewaktu dihubungi melalui telepon selular.
Dia mengakui, masih belum tanda-tanda di mana posisi pesawat GT Air yang dipiloti Kapten Hendry Dani itu jatuh atau mendarat.
Upaya pencarian melalui jalan darat juga telah dilakukan oleh anggota Polsek Kuala Kencana dan Brimob Detasemen B Papua menggunakan perahu motor dari Sungai Iwaka menuju hulu. "Hasilnya masih negatif," ucapnya.
Walaupun 14 penumpang dan tiga awak pesawat buatan Kanada itu belum ditemukan, PT Jasa Raharja telah menyiapkan dana santunan kecelakaan, kata Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Papua, Usman Siahaan, kepada watawan, kemarin, di kantornya. (ROB/M-7)