Mereka Menggunakan
Dana Pribadi
JAKARTA - Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta akan memanggil Kepala Dinas Menengah dan Tinggi (Dikmenti) DKI Jakarta sehubungan dengan kepergian 13 orang kepala sekolah se Jakarta Pusat dan Kepala Sudin Dikmenti Jakarta Pusat, Alvi Mashart, berlibur ke Cina.
"Kalau hanya berkunjung dan untuk keperluan studi, kenapa harus pergi jauh-jauh ke Cina? Apalagi mereka bilang pakai dana sendiri. Kami akan panggil Kepala Dikmenti untuk meminta penjelasan masalah ini," kata Ketua Komisi E, Dani Anwar, Rabu (13/4).
Menurut Anggota Komisi E, Richard, kepergian para kepsek yang tergabung dari musyawarah kepala sekolah (MKS) itu, menjadi tanda tanya para anggota dewan. Sebab, dengan alasan studi banding para kepsek tersebut tidak menggunakan anggaran operasional sekolah.
Apalagi, lanjutnya, diketahui MKS ditingkat SMP belakangan ini bakal dibubarkan oleh dewan lantaran telah menyalahgunakan dana bantuan beasiswa siswa miskin lewat block grant. "Tidak mungkin mereka tidak menggunakan dana operasional sekolah atau siswa. Berapa gaji kepsek untuk bisa berangkat ke sana," selidiknya.
Curiga
Kalangan dewan, kata Richard, mencurigai ada hal yang disembunyikan dari kepergian para kepsek tersebut. Apalagi saat mendengar bahwa kepergian kepsek ini dibiayai dari tabungan dana pribadi MKS.
"Pasti ada hal-hal yang disembunyikan. Kalau ada penyimpangna pastinya akan kami pertanyakan," ujarnya.
Tiga belas kepsek yang berangkat ke Cina sejak tanggal 12-14 April itu adalah kepsek SMA 1 Budi Utomo, SMA 4 Gambir, SMA 7 Karet, SMA 10 Mangga Besar, SMA 24 Senayan, SMA 25 Petojo, SMA 20 Pasar Baru, dan SMA 5, 30, 35, 68, dan SMA 77, serta SMA 27.
Kepala Dinas Dikmenti DKI Jakarta, Margani mengatakan, kepergian para kepsek tersebut bukan untuk berlibur, tetapi melakukan studi banding. Dana untuk membiayai kepergian mereka diperoleh dari hasil tabungan yang sudah dikumpulkan selama satu sampai dua tahun.
Ia mengatakan, kepsek yang ikut pergi ke Cina itu berasal dari sekolah-sekolah yang memiliki manajemen dan pengelolaan baik. "Pastinya memang sudah ada laporan ke saya, dan kepergian mereka itu untuk kepentingan pendidikan," tegasnya. (Y-6)