SUARA PEMBARUAN DAILY

Segera Dibentuk, Organisasi Pelawak Indonesia

Pembaruan/Alex Suban

PELAWAK - Tiga orang pelawak, Taufik Savalas, Komeng, dan Narji tampil dalam sebuah acara di televisi.

JAKARTA - Kalangan pelawak Indonesia segera membentuk organisasi pelawak. Menurut rencana, pembentukan organisasi pelawak pertama di Indonesia itu akan diumumkan dalam Musyawarah Pelawak Indonesia (MPI) I di Jakarta, 21 April mendatang.

Kehadiran organisasi pelawak itu diharapkan mampu meningkatkan kekompakan para pelawak dan kualitas pelawak Indonesia. Pernyataan tersebut dikemukakan sejumlah pelawak yang berkumpul di Jakarta, Rabu (13/4). Tarzan yang menjadi Ketua Panitia MPI I menjelaskan, pihaknya sudah mendapat kepastian bahwa 300 pelawak akan menghadiri acara tersebut. Selain pelawak yang tinggal di Jakarta, pelawak dari Surabaya, Bandung, Banjarmasin, Solo, Yogyakarta, Malang, dan Pekanbaru.

Salah satu agenda penting MPI mendatang ialah memilih ketua organisasi pelawak pertama di Indonesia. Menjawab pertanyaan, panitia pengarah acara Dedy Gumelar menuturkan, pelawak Indonesia belum pernah memiliki organisasi yang mampu memperjuangkan kepentingan para penghibur masyarakat itu. Eddy Sud memang pernah membentuk Paguyuban Pelawak Indonesia tapi kelompok tersebut terbukti tidak bertahan lama karena sifatnya yang informal.

"Tidak ada jalan lain, kami semua harus membentuk organisasi yang kuat. Kami semua harus berupaya agar cerita tentang pelawak yang mati sengsara di tengah kemiskinan tidak terulang lagi. Nah, untuk mengatasi situasi itulah diperlukan kesiapan manajerial kita semua untuk mempersiapkan masa tua. Organisasi pelawak mendatang jelas harus mampu memberikan bantuan bagi pelawak menghadapi hari tua," katanya.

Ide pembentukan organisasi pelawak sebenarnya telah digagas oleh kelompok lawak Bagito pada tahun 2000. Namun upaya itu kandas karena banyak kecurigaan bahwa Miing, tokoh pendiri kelompok lawak Bagito akan membawa organisasi pelawak ke dunia politik.

Belakangan setelah terbukti bahwa kekhawatiran itu tidak berdasar, sejumlah pelawak mendorong Miing dan Tarzan untuk mengambil inisiatif pembentukan organisasi pelawak. Indro Warkop, yang menjadi tim perumus Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga menambahkan, para peserta MPI I akan menentukan nama organisasi mereka.

Selain itu, para pelawak akan menentukan definisi pelawak dan orang yang bisa bergabung menjadi anggota organisasi itu. "Penulis cerita lawak, aktor film yang bisa tampil sebagai pelawak, mungkin saja bisa termasuk dalam definisi pelawak mendatang," katanya. (A-14)


Last modified: 14/4/05