
GOIANIA - Gol tunggal Kaka pada menit ke-73 menentukan kemenangan tuan rumah Brasil 1-0 atas Peru dalam pertandingan Pra Piala Dunia (PPD) 2006 Zona Amerika Selatan (Conmebol) di Stadion Serra Dourada Goiania, Minggu (27/3) siang waktu setempat atau Senin (28/3) dini hari WIB.
Gol Kaka itu berawal dari gerakan lincah Ronaldinho yang mengecoh beberapa pemain belakang Peru di muka kotak penalti. Ronaldinho kemudian memberikan bola kepada Ronaldo.
Setelah menguasai bola sebentar, Ronaldo memberikan umpan terobosan kepada Kaka yang masuk ke kotak penalti tanpa dikawal. Pemain depan asal AC Milan itu langsung melepaskan tembakan keras dengan kaki kanan.
Bola sempat menyentuh tangan kiri kiper Peru, Oscar Ibanez, sebelum menyentuh pojok kiri jala gawang.
Dalam pertandingan ini Brasil tampil dengan kekuatan penuh termasuk duet penyerang maut Ronaldo dan Ronaldihno yang didukung Kaka, Juninho Pernambucano, Ze Roberto, dan Emerson dari lapangan tengah. Tim Samba ingin bermain cantik dengan umpan-umpan pendek.
Gagal
Namun, pertahanan ketat Peru dengan tidak memberikan kesempatan kepada pemain Brasil untuk berlama-lama menguasai bola membuat Brasil tidak berhasil mencetak gol.
Beberapa peluang memang tercipta khususnya di awal babak pertama. Tetapi, Ronaldo dan Ze Roberto gagal memasukkan bola ke gawang Peru.
Sebaliknya, Peru, yang lebih banyak bertahan, ha- nya bisa menyerang balik melalui kapten timnya Claudio Pizarro dan Jerfferson Farfan.
Tetapi, serangan seporadis itu tidak membahayakan gawang Brasil yang dikawal kiper asal klub AC Milan, Dida.
Satu-satunya peluang bagus ketika Pizarro melepaskan tembakan voli umpan kepada Roberto Palacios di sisi kiri kiper Dida, tetapi tembakannya ke luar gawang pada menit ke-49.
Baru pada babak kedua ketika pelatih Brasil, Carlos Alberto Parreira, mengganti Juninho dengan Robinho, serangan Brasil lebih hidup dan peluang mencetak gol tinggal menunggu waktu. Akhirnya gol tercipta melalui Kaka yang disambut 50.000 pendukung tuan rumah.
Bermain Bagus
Parreira mengakui timnya tidak bermain bagus di babak pertama. "Seharusnya tim seperti Brasil dengan pemain yang kami miliki bukan hanya bisa menciptakan peluang, tetapi mencetak gol. Robinho bermain bagus dan dia menambah kecepatan permainan tim kami sehingga berhasil menang," ucapnya.
Parreira menurunkan Robinho setelah para penonton, yang hampir seluruhnya pendukung Brasil, berteriak-teriak agar Robinho dimainkan. Robinho berasal dari klub juara Liga Brasil, Santos. Pemain muda berbakat ini dilaporkan akan pindah ke Real Madrid pada musim kompetisi mendatang.
Sementara itu, pelatih Peru, Paulo Autuori, mengatakan, sebelumnya dia sudah tahu bisa menciptakan beberapa peluang. "Tetapi, salah satu dari peluang itu tidak dapat kami lanjuti dengan mencetak gol," katanya.
Kemenangan ini membuat Brasil tetap di tempat kedua dengan mempunyai 23 poin. Namun, belum mengubah klasemen sementara Zona Amerika Selatan. Sebab, sehari sebelumnya (Sabtu) pemimpin klasemen Argentina juga berhasil mengalahkan tuan rumah Bolivia 2-1, sekaligus memantapkan posisi Argentina di tempat pertama dengan 25 poin. Sedangkan Peru berada di peringkat ke-9 dengan 13 poin. Atau, satu tingkat di atas juru kunci Bolivia, yang memiliki 10 poin.
Pada pertandingan lainnya, Minggu (27/3), tuan rumah Ekuador menghantam Paraguay 5-2. Kelima gol Ekuador itu dicetak Antonio Valencia (menit ke-32,49), Edison Mendez (45,47) dan Marlon Ayovi melalui penalti di menit ke-77.
Paraguay unggul lebih dulu melalui tendangan penalti Jose Cardozo pada menit ke-9 dan Salvador Cabanas menit ke-14.
Hasil ini membuat kedua tim tetap pada posisinya. Ekuador di tempat ketiga dengan 19 poin dan Paraguay, dengan 16 poin, juga tetap di posisi keempat. (Soccernet.Com/AP/P-7)