SUARA PEMBARUAN DAILY

Menunggu Kebangkitan Ferrari di Bahrain

AP/Francesco Bellini

FERRARI F-2005 - Pembalap Brasil Rubens Barrichello mencoba mobil rancangan baru Ferrari jenis F-2005 di Sirkuit Mugello, Italia, Selasa (22/3). Mobil terbaru ini akan memperkuat tim Ferrari dalam lomba di Bahrain.

SETELAH dua kali kegagalan untuk naik podium teratas, tim Scuderia Ferrari diyakini akan bangkit pada seri ketiga Grand Prix Formula Satu di Bahrain, pada 3 April mendatang. Sikap percaya diri Ferrari yang bahkan boleh dibilang sedikit arogan, karena masih berani mempertahankan kendaraan tahun lalu F2004 modifikasi, perlahan mulai runtuh.

Keyakinan bahwa kendaraan itu masih dapat mengulang prestasi seperti pada musim lalu, memenangi 15 balapan dari 18 seri, ternyata tidak terbukti. Pada seri pertama di GP Australia, Ferrari memang beruntung menempatkan pembalap keduanya Rubens Barrichello naik ke podium. Tetapi, ketika berhadapan dengan cuaca dan kelembapan yang tinggi di Malaysia, tim yang punya julukan "Si Kuda Jingkrak" seolah tak berdaya.

Beruntung nama besar Ferrari masih diselamatkan oleh pembalap andalannya Michael Schumacher yang meraih posisi ketujuh dan merebut nilai dua. Tim Ferrari tampaknya punya masalah pada daya tahan (reliability) mesin, dan aturan satu set ban yang mesti dipakai sepanjang satu balapan. Jika tahun lalu, masalah itu menimpa tim-tim lain, sekarang akhirnya giliran mesti dihadapi Ferrari.

Tidak ada jalan lain kecuali mempercepat kehadiran sang bayi yang dinanti, kendaraan baru F2005. Saat ini kendaraan yang disebut-sebut lebih kencang satu detik oleh direktur teknik Ross Brawn, dari kendaraan sebelumnya, tengah dalam penyempurnaan.

Kini, Schumacher dan Barrichello tengah menjajal kendaraan baru tersebut untuk pertama kalinya sejak diluncurkan pada Februari lalu. Rencana awal F2005 baru dipergunakan tim Merah itu di GP Imola pada seri keempat atau GP Barcelona yang merupakan seri kelima. Tetapi, rupanya, keperkasaan kendaraan Renault R25 yang tampil juara pada dua seri awal, mulai menakutkan Ferrari. Tidak ada jalan lain kecuali memunculkan kendaraan tersebut lebih awal. Apalagi balapan seri ketiga merupakan saat yang tepat untuk memunculkan kendaraan dengan mesin baru, sesuai aturan lomba 2005 yang mewajibkan satu mesin dipakai dalam dua kali balapan.

"Saya bahagia mendengar keputusan memakai kendaraan terbaru pada seri ketiga. Pada uji coba pertama dengan kendaraan itu, kesan saya sangat baik. Saya dapat melewati putaran-putaran dengan baik, dan semakin terasa nyaman untuk memacunya. Kami tengah mengumpulkan data supaya F2005 dapat tampil di Bahrain," ujar juara dunia F-1 sebanyak tujuh kali Schumacher di Sirkuit Mugello, Italia.

AP/Ng Han Guan -Michael Schumacher

Renault

Ferrari yang tengah mengejar gelar juara konstruktor, saat ini tertinggal 16 poin dari pimpinan klasemen tim Renault (26). Renault yang merupakan tim pabrikan otomotif dari Prancis, kini juga tengah bersiap menghadapi Bahrain. Tantangan terhadap Ferrari yang sudah dilontarkan oleh pimpinan tim mereka, Flavio Briatore di Malaysia, perlu dibuktikan pada balapan seri ketiga. Siapkah R25 menandingi kekuatan F2005. Jika itu terwujud, tidak ayal lagi Renault akan menjadi kandidat juara di musim ini.

Hingga akhir pekan lalu, R25 tengah melakukan serangkaian uji coba di Sirkuit Paul Ricard, Prancis. Sama seperti Ferrari, Renault tengah melakukan uji coba yang terpisah dengan tim-tim lain.

R25 memang tengah dijajal oleh dua pembalap penguji Franck Montagny dan Heikki Kovalainen. Keduanya saling berpacu untuk mengalahkan catatan waktu satu sama lain di atas lintasan. Renault tengah berkonsentrasi untuk pengembangan mesin dan sasis pada balapan seri ketiga. Kedua pembalap menjajal sebanyak 130 kali putaran.

"Hasil kerja keras di sini akan menjadikan kami tampil solid di Bahrain nanti. Tim kami yakin akan mendapat hasil baik pada balapan seri ketiga. Karena kerja mesin dan sasis selama uji coba berjalan tanpa ada masalah. Hal ini sangat baik untuk menatap ke depan," kepala uji coba mesin Renault, Christian Silk, menegaskan.

Langkah Renault dan Ferrari untuk melakukan uji coba sendirian juga diikuti tim Williams. Dua pembalap mereka, Nick Heidfeld dan Antonio Pizzonia, memacu FW27 di lintasan Sirkuit Barcelona.

BAR-Honda

Selain ketiga tim di atas, yang juga tidak kalah ngotot untuk melakukan perbaikan adalah tim BAR-Honda. Hasil di Malaysia, di mana dua kendaraan BAR tidak dapat menyelesaikan balapan, dan bahkan mengalami masalah pada mesin, membuat tim itu kerja keras untuk dapat memperbaiki penampilannya di Bahrain.

Fokus uji coba kendaraan 007 BAR adalah daya tahan mesin. Selain itu dalam uji coba yang melibatkan pembalap penguji, Anthony Davidson dan Enrique Bernoldi, dikhususkan pada uji coba aerodinamis kendaraan dan pemilihan komponen ban yang tepat menjelang dimulainya sesi balapan di Eropa, tiga pekan mendatang. Pemilihan ban yang tepat dengan daya tahan mesin dianggap BAR sebagai kunci untuk berhasil di Bahrain. Utamanya karena sirkuit itu punya karakter unik, dengan butiran-butiran debu halus yang dapat masuk ke dalam dan mengganggu kerja mesin.

Belum lagi perbedaan karakteristik kecepatan di 15 tikungan Sirkuit Sakhir ini. Tidak ayal, lagi set-up mesin yang tepat, traksi, rem yang baik serta tidak banyak melakukan understeer, adalah hal yang utama mesti dilakukan.

Pada musim lalu di Bahrain, BAR mampu menempatkan pembalap andalannya Jenson Button naik podium ketiga, dan Takuma Sato finis di urutan kelima. "Balapan di Bahrain pasti akan sangat menarik. Sebab, tim-tim yang tampil semakin kompetitif. Sehingga persaingan ketat dapat kita lihat terjadi di sana," Button meramal.*


Last modified: 28/3/05