JAKARTA - Dominasi pegolf asal negeri Gajah Putih Thailand, Thaworn Wiratchant, tak terbendung. Dia tetap mempertahankan kedigdayaannya selama empat hari bersaing melawan 156 pegolf pada turnamen golf Standard Chartered Indonesia Open 2005 di Cengkareng Golf Club Jakarta (CGC) yang berakhir Minggu (27/3) petang.
Kejayaan Thaworn dilengkapi dengan keberhasilannya membuat tujuh di bawah par 63 pada pertandingan hari terakhir (keempat). Dengan begitu, pegolf yang tak diunggulkan ini mencatat skor total 25 di bawah par 225.
Sukses di Cengkareng itu membuat dirinya siap menghadapi European Tour selanjutnya bersama rekan senegaranya, Thongchai Jaidee yang dalam turnamen ini hanya mampu menyelesaikan 14 di bawah par.
Thaworn menyelesaikan turnamen ini dengan baik yaitu dengan membuat delapan birdie termasuk di hole terkahir. Dia kembali membuktikan kemampuannya meski di putaran ketiga dirinya sempat hanya memperoleh empat di bawah par 66.
Dia mengaku sangat senang dapat tampil dengan baik di turnamen ini. Dia tidak terlalu memperdulikan kegagalan di beberapa hole. Hal itu justru dia jadikan pelajaran dalam mengarungi hole-hole selanjutnya. Thaworn berusaha menyelesaikan setiap hole sebaik mungkin.
Cuaca buruk (hujan) mengakibatkan permainan putaran ketiga, Sabtu (26/3), harus ditunda dan membuatnya menyisakan sembilan hole. Sehingga Minggu dia harus menyelesaikan 27 hole sekaligus. Kendati demikian, dia mampu melakukannya dengan baik sehingga berhasil memboyong hadiah uang sebesar US$ 166.600.
Sementara pegolf asal Prancis, Raphael Jacquelin, harus puas berada di posisi dua dengan perolehan 20 di bawah par 260. Dia mengaku senang dengan permainannya meski hanya membuat lima birdie. Jacquelin juga memuji penampilan Wiracthan yang penuh percaya diri dalam memahami karakter rumput di CGC, sehingga dia dapat membuat banyak pukulan hebat.
Posisi tiga ditempati pegolf asal Australia, Adam Fraser dengan skor 19 di bawah par 251. Meski demikian Fraser berhasil melakukan sesuatu yang sensasional dengan membuat hole in one pada hole 17 dari jarak 60 meter.
Posisi berikutnya ditempati pegolf Filipina, Frankie Minoza dan pegolf Skotlandia, Colin Montgomery masing-masing mencapai 18 di bawah par. Colin yang ditempatkan pada unggulan pertama, mengaku kecewa karena tidak menunjukkan permainan yang terbaik di turnamen ini. Dia hanya mampu membuat 10 di bawah par pada putaran terakhir.
"Secara berturut-turut Saya memulai dengan par pada lima lubang pertama, namun saya menghilangkan kesempatan yang baik pada hole 13 dengan tidak membuat birdie," katanya. (YUI/F-4)