
GOIANIA - Pemain muda yang namanya bersinar bersama klub raksasa Italia, "Rossoneri" AC Milan, Kaka, tidak grogi ketika dia diduetkan dengan seniornya, Ronaldo sebagai penyerang tim "Samba" Brasil.
Justru sebaliknya, nama Kaka, yang sebelumnya tidak terlalu diperhitungkan oleh komunitas sepakbola di Brasil saat timnya akan menghadapi tantangan Peru dalam Pra-Piala Dunia (PPD) 2006 Zona Amerika Latin, malah menjulang.
Dialah yang menyelamatkan wajah tim "Samba" lewat gol tunggalnya yang bersarang di menit ke-73. Gol itulah yang menentukan kemenangan Brasil atas Peru. Kaka menjadi pahlawan Brasil setelah memanfaatkan umpan matang dari Ronaldo. Tendangan yang dilepaskan Kaka, menyusur ke sisi kiri bagian dalam gawang Peru. Gol itu disambut sekitar 50.000 penonton yang memadati Stadion Serra Dourada.
Pelatih Brasil, Carlos Alberto Parreira mengaku sangat bangga dengan gol yang dicetak Kaka. Menurut dia, gol Kaka telah menyelamatkan Brasil yang malam itu bermain sangat buruk.
"Kami tidak bermain baik di babak pertama. Tim seperti Brasil dengan pemain-pemain kaliber yang dimiliki, ternyata tidak mampu membuat kreasi yang bagus. Banyak serangan kami yang tidak membuahkan hasil. Tetapi untung saja ada gol Kaka. Setidaknya, meskipun menang 1-0, kami bisa merasa lega," ujar dia.
Bagi pemain yang bernama lengkap Kaka Rocardo Izecson Santos Leite ini adalah golnya yang kelima bagi tim nasional. Meskipun usianya masih tergolong muda, pemain kelahiran Brasilia, 22 April 1982 ini, menurut Parreira, tidak memperlihatkan kegrogiannya, meskipun dia berdampingan dengan dua pemain yang pernah menyandang pemain terbaik dunia, Ronaldo dan Ronaldinho.
Parreira berpendapat, mental dan psikologis Kaka sudah dibuat matang oleh Milan. Pasalnya, pemain yang disebut-sebut lebih pantas menjadi foto model ini, menjadi pemain inti klub yang bermarkas di San Siro, Milan tersebut. (Yahoo.com/F-4)