SURABAYA - Manajemen Persik Kediri bergeming terkait pemasangan logo PT Djarum selaku sponsor utama Ligina XI karena masih terikat kontrak dengan perusahaan rokok lainnya, PT Gudang Garam Tbk. Penegasan ini kembali muncul sebagai respons permintaan PSSI yang menginginkan keseragaman pemasangan logo sponsor utama di semua klub, seperti di kostum maupun advertising board (a-board) di dalam stadion.
Iwan Budianto, manajer Persik, mengatakan kepada wartawan minggu (27/3) pihaknya tidak akan merusak komitmen dengan PT Gudang Garam Tbk yang telah lama menjalin ikatan.
Karena GG sudah seperti pengasuh bagi Persik sehingga tidak mungkin mencederai kerja sama yang telah lama dibangun bersama," katanya. Kerja sama itu dibangun sejak jauh hari sebelum PT Djarum menjadi sponsor resmi Ligina.
Menurut Iwan, pihaknya telah menyanggupi kesepakatan dengan GG agar tidak memasang atribut lain baik itu di kostum maupun advertising board di dalam stadion "Kami menjelaskan kepada PSSI bahwa dalam aturan kontrak dengan GG, ada kesepakatan demikian. Kami berharap PSSI memahami aturan kontrak yang lebih dulu kita lakukan dengan GG," katanya.
Soal formulir perjanjian PSSI yang belum dikembalikan, Iwan menegaskan bahwa pihaknya memang tidak meneken formulir tersebut.
"Kami kan tidak melakukan bisnis, makanya tidak melakukan penandatanganan kontrak," katanya. (029)