MAKASSAR - Wasit Madenuh yang memimpin pertandingan antara PSM Makassar dan Persik Kediri dalam lanjutan pertandingan Ligina XI di Stadion Mattoanging, Makassar, Selasa (22/3) lalu, dijatuhi hukuman oleh PSSI.
Hal tersebut dikemukakan Ketua Bidang Liga Indonesia PSSI, Andi Darussalam Tabussala kepada wartawan ketika menghadiri pertemuan antara suporter dengan pengurus PSM di Baruga Anging Mammiri, rumah jabatan Wali Kota Makassar, Minggu (27/3) malam mengatakan, wasit asal Semarang itu dikenai sanksi keras, dilarang memimpin pertandingan sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Pertandingan dengan skor 0-0 itu dipimpin Madenuh, yang berakhir dengan kericuhan di Mattoanging yang berakibat hujan botol minuman ke tengah lapangan, sasarannya kepada pemain PSM. Aksi saling lempar terjadi hingga petugas Kepolisian terpaksa melepaskan tembakan peringatan.
Kemarahan suporter PSM tidak hanya di lapangan, berlanjut sampai dengan pelempar bus yang mengangkut pemain PSM hingga menyebabkan kaca jendela mobil pecah.
Sekretaris PSM Hasanuddin Baso dalam laporannya ke PSSI mengatakan, kemarahan supporter terjadi bukan kepada pemain Persik. Buktinya, aksi baku lempar hanya antara penonton dan pemain PSM.
Dia menambahkan, ketegangan penonton diakibatkan oleh sikap wasit Madenuh yang menurut catatan Baso, sebanyak tujuh kali membiarkan kiper Persik Kediri, Wahyudi, mengulur-ulur waktu, tidak diberikan sanksi.
Karena wasit membiarkan Wahyudi melakukan pelanggaran, penonton mulai marah dan melempar dan akumulasi kemarahan tertuju kepada pemain PSM yang juga dianggap lemah menghadapi Persik. (148)