PADANG - Minimnya alokasi dana pemeliharaan gedung sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Padang, mengharuskan pemerintah kota (pemko) setempat untuk menggabung sejumlah sekolah. Sampai akhir tahun 2004, Pemko Padang sudah menggabung 39 SDN dari 362 SDN yang ada. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Dr Marjohan, MPd kepada Pembaruan, Sabtu (26/3).
Kebijakan menggabungkan 39 SDN merupakan salah satu upaya memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada untuk proses belajar-mengajar serta mengurangi biaya pemeliharaan fisik gedung sekolah.
Dari 323 SDN yang ada, terdapat 80 gedung SDN mengalami rusak berat dan ringan, sehingga perlu penanganan serius dari pemerintah agar proses belajar-mengajar tidak terganggu.
Untuk merehabilitasi ke-80 SDN tersebut, pemko mengajukan permohonan dana rehabilitasi ke pemerintah pusat senilai Rp 100 miliar, meski dalam APBD Kota Padang tahun 2005 sudah dialokasikan dana rehabilitasi untuk 50 SDN senilai Rp 3,8 miliar.
Selain itu, pemko juga mengajukan permohonan dana senilai Rp 6 miliar lebih untuk membangun 1 SMKN, 2 SMAN, dan 1 SLTPN. Dari dana Rp 6 miliar tersebut, Rp 3 miliar di antaranya digunakan untuk membangun 1 SMKN dan 2 SMAN dengan anggaran masing-masing Rp 1 miliar. Sedangkan sisa dana Rp 3 miliar lagi dialokasikan untuk membangun SLTPN. (BO/A-16)