SUARA PEMBARUAN DAILY

Ribuan Penggembira PDI-P Bertolak ke Bali

Sebanyak 114 Senjata Tajam Disita di Posko Ketapang

BANYUWANGI - Polres Banyuwangi, dibantu petugas Posko Pengamanan Kongres PDI Perjuangan (PDI-P) Pro-Megawati, di Pelabuhan Ketapang, berhasil menyita 114 senjata tajam yang dibawa sekelompok massa berpakaian serbahitam partai itu yang mengaku sebagai Satuan Tugas PDI-P asal Cirebon dan Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/3).

Pengamatan Pembaruan, hingga Senin (28/3) dini hari, jumlah bus dan mobil pribadi yang mengaku sebagai peserta kongres tercatat ada 617 unit dengan jumlah personel tidak kurang dari 8.102 orang.

Humas Posko Pelayanan Terpadu PDI-P, Agus Sukanto Setyawan, yang dihubungi pada Senin pagi mengatakan, semula para Satgas PDI-P itu bersikeras tidak bersedia menitipkan sementara senjata tajam mereka di Posko Ketapang dengan alasan ada izinnya. Namun petugas Polres Banyuwangi yang didukung Polda Jatim tetap melarangnya.

"Kita tidak mempermasalahkan mereka ikut menjadi penggembira walaupun dari kelompok pembaruan maupun pro-Mega," ujar Agus. Ia membantah pula keberadaannya dan rekan-rekannya untuk membendung kelompok pembaruan partai. Ia pun tidak merasa kebobolan karena di antara penumpang kapal ferry lolos masuk Pelabuhan Gilimanuk menyebarkan ratusan lembar kertas di atas kapal berisi ajakan menolak formatur tunggal dan mencalonkan Guruh Sukarno Putra, Sophan Sophiaan serta Laksamana Sukardi sebagai kandidat ketua umum.

Posko Terpadu yang dijaga sekitar 200 kader PDI-P Pro-Mega itu, jelas Agus, bekerja 24 jam nonstop, sejak Jumat (25/3) lalu, akan terus memantau hingga kongres berakhir.

Sementara itu, sekurang-kurangnya 1.300 orang penggembira pro-Megawati Soekarnoputri diberangkatkan DPC PDI-P Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang ke Kongres di Bali, Minggu (27/3) pagi. Mereka kemudian akan bergabung dengan sekitar 2.800 penggembira dari Surabaya, sekitar 500 penggembira dari Kota Pasuruan serta sekitar 600 penggembira lainnya dari Kota Probolinggo di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi untuk kemudian berkonvoi menuju ke tempat kongres.

Ketua DPC PDI-P Kota Malang, Drs Peni Suparto, mengatakan, pembaruan boleh dilakukan namun tidak harus menggusur Megawati. "Bu Mega masih memiliki kans yang sangat besar untuk dipilih," kata dia sambil menambahkan, penggembira yang diberangkatkan ke Bali adalah untuk membantu petugas keamanan mengamankan pelaksanaan kongres.

Membengkak

Sedang DPC PDI-P Kota Probolinggo kemarin juga memberangkatkan sekitar 800 orang penggembira ke kongres. Selain akan ikut meramaikan pelaksanaan kongres juga diharapkan dapat membantu mengamankan penghelatan akbar itu dari gangguan keamanan. Ketua DPC PDI-P Kota Probolinggo, HM Buchori SH, kepada wartawan mengatakan, bertambahnya jumlah penggembira yang semula hanya diperkirakan mencapai 600 orang namun membengkak 800 orang dimaksudkan bukan untuk memaksakan kehendak agar peserta kongres sama dengan utusan DPC PDI Kota Probolinggo guna memilih Megawati sebagai Ketua Umum DPP PDI-P untuk lima tahun ke depan.

"Hasil Rakercabpus memang harus mendukung terpilihnya kembali Bu Mega," ujar Buchori yang juga Wali Kota Probolinggo itu.

Para kader dan simpatisan PDI-P Surabaya yang juga pendukung Megawati, Minggu siang, berangkat ke Bali menggunakan 33 bus. Bus itu mengangkut lebih kurang 1.000 orang.

Ketua panitia pemberangkatan, Armudji, yang juga merupakan Wakil Ketua DPC PDI-P Surabaya, menjelaskan, massa sebanyak itu sebagai penggembira. Setiap orang mendapat uang saku sebesar Rp 50.000. Rencananya kader dan simpatisan dari Surabaya berada di Bali hanya 1 hari. Pada tanggal 29 Maret mereka akan kembali ke Surabaya.

Sementara itu mengenai kemungkinan timbulnya konflik dengan kelompok pro pembaruan PDIP yang kabarnya juga telah berangkat dengan 30 armada bus dari Surabaya, Armudji telah menginstruksikan dan menghimbau agar para kader dan partisipan tetap tertib dan tidak mudah terprovokatif.

Sementara itu, sekitar 50 kader PDI-P Bangkalan, Madura, Jawa Timur, lebih memilih ke Blitar, Jawa Timur. Mereka berziarah ke makam Bung Karno untuk memanjatkan doa agar Megawati terpilih kembali sebagai Ketua Umum PDI-P. (029/070)


Last modified: 28/3/05