SUARA PEMBARUAN DAILY

Proses Penyumbatan Pembuluh Darah Dimulai Sejak Anak-anak

JAKARTA - Penyumbatan pembuluh darah akibat timbunan lemak (aterosklerosis) dimulai sejak anak-anak. Pada awalnya hanya berupa lapisan lemak saja tetapi semakin bertambah usia, timbunan lemak semakin tebal dan berakibat fatal. Untuk menghindari hal itu, ada beberapa faktor risiko yang bisa dikendalikan.

Hal tersebut diutarakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Joko Maryono SpPD SpJP dari RS Pertamina dan dr Arieska Ann Soenarta SpJP dari RS Jantung Harapan Kita di Jakarta, baru-baru ini. Menurut Ann, ada faktor risiko yang bisa dikendalikan dan ada yang tidak bisa dikendalikan. Faktor risiko yang bisa dikendalikan, antara lain merokok, kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, dan berolahraga. Sedangkan faktor keturunan dan usia tidak bisa dikendalikan.

Menurut Joko, semakin bertambah usia, kejadian aterosklerosis cenderung meningkat. Misalnya, pada kelompok usia kurang dari 16 tahun kejadian aterosklerosis mencapai 11persen, sedangkan pada kelompok usia 30 tahun sampai 39 tahun 49 persen.

Bagi orang yang belum mengalami aterosklerosis, ujar Ann, bisa dilakukan pencegahan primer dengan gaya hidup sehat seperti tidak merokok, tidak mengkonsumsi junk food, menghindari obesitas, dan berolahraga. Sedangkan bagi mereka yang sudah mengalami aterosklerosis, pencegahan yang dilakukan berupa pencegahan sekunder. Artinya, pencegahan dengan obat-obatan yang bermanfaat menurunkan kadar kolesterol.

Ann menjelaskan, timbunan lemak pada pembuluh darah menimbulkan plak yang semakin lama ukurannya semakin besar dan suatu ketika bisa pecah. Bila timbunan lemak menutup pembuluh darah maka seseorang akan merasakan dada sakit, pusing, kekurangan darah dalam jaringan (iskemia) dan stroke. Untuk mencegah pecahnya sumbatan pembuluh darah itu diperlukan obat kolesterol golongan statin, seperti atorvastatin.

Hasil penelitian reversal, berupa pemberian obat itu pada penderita penyakit jantung koroner (PJK) menunjukkan bahwa volume ateroma (degenerasi lemak dan infiltrasi zat lemak pada dinding pembuluh nadi pada aterosklerosis) tidak bertambah. Selain dengan obat penurun kolesterol, pengobatan aterosklerosis bisa juga dengan obat antihipertensi dari golongan calcium channel blocker, yaitu amlodipin. Obat golongan ini bermanfaat melebarkan pembuluh darah dan mengurangi isi pembuluh darah.

"Kejadian yang terkait dengan penyakit pembuluh darah ke jantung bisa dikurangi. Dari studi Camelot diketahui bahwa amlodipin menurunkan 31 persen kejadian kardiovaskular, mengurangi pengulangan katerisasi 27 persen, dan mengurangi pasien dirawat di rumah sakit karena nyeri dada sebanyak 27 persen," ujar Ann. (N-4)


Last modified: 28/3/05