BENGKULU - Sekitar 2.500 hektare (ha) sawah milik petani di Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, tidak dapat ditanami padi karena kekeringan. Penyebab utamanya adalah saluran irigasi Air Lais yang ada di daerah tersebut rusak. Sehingga air tidak dapat dialirkan ke sawah petani dengan baik.
Hal tersebut diungkapkan warga Padang Jaya, Heryanto, di Bengkulu, Minggu (27/2). Ia mengatakan, kerusakan saluran irigasi teknis di Padang Jaya itu sudah berlangsung cukup lama. Tetapi hingga sekarang belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Bengkulu.
Padahal, kerusakan saluran irigasi tersebut sudah dilaporkan warga ke Dinas PU Provinsi Bengkulu. Namun sampai sekarang belum ditanggapi sama sekali. Buktinya, saluran irigasi yang rusak itu belum diperbaiki.
"Warga Padang Jaya benar-benar kecewa dengan Dinas PU Provinsi Bengkulu yang tidak menanggapi laporan atas kerusakan irigasi di daerah tersebut. Akibatnya, para petani sudah lama tidak turun ke sawah untuk menanam padi, karena air tidak ada," ujar Heryanto.
Akibat sawah mereka tidak ada air, maka sebagian besar sawah beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit. "Sawah-sawah petani yang kekeringan selama ini sebagian ditanami kelapa sawit, karena tanaman ini lebih menjanjikan dari pada menanam padi yang harganya mahal," ujarnya.
Sebenarnya, katan Heryanto, para petani di Padang Jaya masih ingin menggarap sawahnya. Tapi setelah menunggu sekian lama tidak ada perbaikan irigasi yang rusak dari DPU Bengkulu, terpaksa sawah mereka ditanami kelapa sawit.
Dengan demikian, pada musim tanam Juni mendatang para petani di daerah itu tidak dapat turun ke sawah menanam padi.
Sawah seluas 2.500 hektare yang ada di sekitar irigasi Air Lais sudah berubah menjadi hamparan tanaman kelapa sawit.
"Terus terang saja, jika kerusakan saluran irigasi Air Lais tidak segera diperbaiki dipastikan lahan sawah seluas 2.500 hektare itu akan berubah fungsi menjadi kebun kelapa sawit. Soalnya, harga sawit di Bengkulu sekarang tinggi, sehingga masyarakat sangat tertarik mengembangkan tanaman tersebut," ujarnya. (143)