SUARA PEMBARUAN DAILY

Tahun 2050, Penduduk Dunia 9 Miliar

JAKARTA - Penduduk dunia akan mencapai angka sembilan miliar pada tahun 2050 nanti. Perkiraan itu dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah memperkirakan perkembangan pertumbuhan penduduk di beberapa negara maju dan berkembang.

Dalam keterangan pers yang diterima Pembaruan akhir pekan lalu, PBB menyebutkan pada bulan Juli 2005 mendatang jumlah penduduk di dunia akan mencapai 6,5 miliar dan akan naik setengah miliar pada tahun 2012.

Peningkatan pertumbuhan penduduk itu akan banyak terjadi di negara-negara kurang berkembang. Negara-negara itu menyuplai penduduk hingga 7,8 miliar, sedangkan negara maju jumlah penduduknya akan bertahan pada 1,2 miliar pada tahun 2050.

Antara tahun 2005 hingga tahun 2050 akan ada sembilan negara yang diperkirakan akan menjadi penyumbang terbesar jumlah penduduk dunia, yakni India, Pakistan, Nigeria, Republik Demokratik Kongo, Bangladesh, Uganda, Amerika Serikat, Ethopia, dan Cina.

Sementara itu, beberapa negara akan mengalami peningkatan jumlah penduduknya hingga tiga kali lipat. Hal itu akan terjadi di Afghanistan, Burkina Faso, Burundi, Chad, Kongo, Republik Demokratik Kongo, Timor Leste, Guinea Bissau, Liberia, Mali, Nigeria, dan Uganda.

Menurut Kepala Divisi Kependudukan PBB, Hania Zlotnik, penduduk dunia telah mengalami pertambahan sebesar 500 juta dalam kurun waktu enam tahun. Hal itu terjadi sejak tahun 1999 hingga tahun 2005 ini.

Namun begitu ada perkiraan pertambahan setengah miliar penduduk berikutnya akan memiliki waktu yang lebih lama, yakni hingga tahun 2012. Hal ini akan sangat dipengaruhi oleh tingkat kesuburan pada masa mendatang.

Tingkat kesuburan diharapkan turun dari angka 2,6 anak setiap perempuan menjadi 2 anak pada setiap perempuan. Secara global peningkatan pertumbuhan penduduk ini tidak dapat terelakkan walaupun tingkat kesuburan menurun dengan cepat. Tingkat kesuburan di 44 negara maju secara umum tetap rendah, dengan tingkat pertumbuhan yang kecil.

Untuk menjaga pertumbuhan penduduk itu PBB juga mengharapkan setiap negara mengontrol tingkat pertumbuhan di negara masing-masing.

Beberapa negara masih membuka kebijakan meningkatkan pertumbuhan penduduknya untuk mempersiapkan sumber daya manusia.

Di Indonesia pertumbuhan penduduk terus meningkat, namun persentase peningkatan itu diupayakan menurun. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengupayakan penurunan pertumbuhan penduduk di Indonesia dengan melakukan kegiatan yang langsung pada masyarakat kecil. (K-11)


Last modified: 28/2/05