REFORMASI demokratis di Arab Saudi menunjukkan kemajuan, tetapi masih belum mencukupi. Demikian pernyataan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder mengawali lawatan ke tujuh negara Teluk.
Schroeder menyampaikan kesannya itu saat bertemu dengan Pangeran Abdullah, Minggu (27/2). Pernyataan Schroeder merujuk pada pemilihan dewan kota yang baru saja dilakukan di Riyadh. Warga Arab Saudi melihat pemilihan itu merupakan langkah pertama dari proses tiga tahap yang akan dilakukan negeri kerajaan ini.
Pemilu dewan kota itu hanya memilih separuh anggota karena separuhnya lagi masih ditunjuk. Perempuan juga belum diizinkan ikut serta memilih.
Kendati lebih banyak langkah reformasi harus dilakukan Arab Saudi, tetapi banyak kalangan melihat pemilu itu sebagai perkembangan berarti di negara yang dengan sistem monarki absolut. Keputusan berada di tangan raja dan partisipasi publik sangat minim.
Schroeder berkunjung pertama ke Arab Saudi pada tahun 2003. (AP/Y-2)