PEMAIN sinetron dan film di Indonesia belakangan ini terus meningkat peminatnya, terutama kalangan usia produktif (15 - 40 tahun). Walaupun terjadi peningkatan dari segi kuantitas, ternyata masih perlu peningkatan kualitas, dalam hal penampilan fisik, olahkata, sampai kemampuan berakting. Hal itu dikatakan Direktur Studio Actor Akting Sakti (SAAS), Eka D Sitorus kepada Pembaruan, di sela-sela acara kontes sinetron bertema Pesta Akting 2005 yang diselenggarakan oleh SAAS di Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.
Ditambahkan lagi, meningkatnya jumlah pemain sinetron, adalah karena tingginya permintaan produsen sinetron untuk memenuhi program mereka. Sekaligus dalam rangka mewujudkan permintaan masyarakat yang menyukai nonton sinetron di televisi, karena mudah diperoleh, murah, dan meriah.
Mengimbangi kondisi tersebut, adalah wajar jika pemain sinetron tidak hanya mempunyai kemampuan fisik juga intelektual dan spiritual yang dibutuhkan untuk menjadi aktor dan aktris andal. Di satu sisi, penampilan mereka sebagai publik figur diharapkan dapat pula menjadi contoh terbaik bagi masyarakat.
Sementara berkaitan dengan Kontes Akting 2005 yang diselenggarakan SAAS, akan menampilkan delapan kisah sinetron mulai awal sampai akhir Maret 2005. Judulnya antara lain, Mass Appeal, Lone Star, Not Star, Not My Fault, The Agreement, Auto Daf'e, Laundry & Bourbon, Ten Dollar Drinks dan Soft Dude.
Pemain sinetron SAAS yang telah tampil pada sejumlah sinetron dan layar lebar akan mendukung sinetron tersebut antara lain, Ardina Rasti, Andhara Early, Stanley Saklil dan Andry Sutandar.
Menurut Eka, SAAS berdiri tahun 2002 dengan pesertanya adalah calon pemain sinetron dan film yang dikirim oleh sutradara bahkan manajer perusahaan untuk mengikuti pendidikan singkat guna kepentingan mereka. Komunitas SAAS tidak hanya untuk untuk mengerti acting, tetapi juga mengasah kemampuan bermain sinetron dan film.
Setiap peserta setelah dinyatakan memenuhi syarat, maka mereka wajib mengikuti babak seleksi atau uji kemampuan lewat paket acara Pesta Akting setiap hari Jumat dan Sabtu. Pertunjukan yang ditampilkan diperoleh dari sejumlah naskah karya penulis-penulis terkenal kelas dunia, dan peserta SAAS secara umum berusia bebas. Pertunjukan Pesta Akting itu menuntut tidak hanya kemampuan acting, tetapi juga komitmen untuk berlatih. (G-5)