
Pembaruan/Jurnasyanto Sukarno
MASIH SEPI - Sejumlah penumpang yang baru saja tiba dari mudik berjalan meninggalkan bus di Terminal Pulo Gadung, Jakarta, Kamis (18/11). Hingga hari ketiga setelah lebaran, arus balik di Pulo Gadung belum mengalami lonjakan.

PEMALANG - Jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah (Jateng) di Kabupaten Pemalang, sejak masa mudik sampai arus balik, menjadi daerah yang paling macet di Jateng sampai Kamis (18/11) pagi.
"Kemacetan jalur Pemalang-Pekalongan terjadi sejak H-3 sampai H-1 Lebaran, membuat jalur Pemalang-Pekalongan macet total. Sedang kemacetan pada H + 3 dan H + 4 mengakibatkan kemacetan sepanjang 25 km lebih," kata Kapolres Pemalang, AKBP Drs Muchgiarto SH didampingi Kasat Lantas Polres Pemalang, Iptu Alkaf Chaniago kepada Pembaruan Kamis pagi.
Kemacetan yang cukup parah ini juga sempat ditinjau Kapolda Jateng, Irjen Pol Drs Chaerul Rasyid dan Kapolwil Pekalongan, Kombes Pol Drs Wahyu Daeny, keduanya ikut mengawasi langsung dari daerah Comal.
Kemacetan itu terjadi antara lain karena arus balik bertemu dengan arus mudik karena banyak pemudik yang baru sempat mudik pada H +2, H+3 dan H+4.
Untuk mengatasi kemacetan yang berkepanjangan itu, arus kendaraan dari kedua arah itu terpaksa diurai lewat kota dan jalur lingkar serta jalur alternatif lainnya sehingga kendaraan harus berputar-putar dulu di kota, baru keluar ke jalur tujuan, setelah kemacetan di jalur utama pantura terurai dan berkurang.
"Butuh waktu berjam-jam untuk bisa mengurai kemacetan ini. Bahkan menurut catatan yang ada di Polres, ini merupakan kemacetan Lebaran yang paling parah dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini" ujar Kapolres.
Kemacetan paling parah terjadi di jalur Gandulan sampai Ambowetan Kabupaten Pemalang. Jalur alternatif yang semula sepi pun menjadi macet, ketika arus lalulintas dialihkan ke jalur tersebut. Bahkan kemacetan juga terjadi sampai ke sudut-sudut kota.
Selain mengurai lalulintas, polisi juga memakai sistim buka tutup jalan. Cara terakhir ini terpaksa dilakukan karena tidak bisa lagi dipakai sistem yang lain.
Kereta Api
Sementara itu, PT Kereta Api (KA) Daerah Operasi (Daops) V Purwokerto Jateng, menyediakan 2.700 tempat duduk tambahan setiap hari selama arus balik berlangsung sampai H + 7. Hal ini dimaksudkan agar para pemudik bisa kembali ke Jakarta dengan aman dan tenang.
"Tempat duduk tambahan kamis sediakan untuk semua KA, baik Ekonomi, Bisnis, maupun Eksekutif," kata Ka Daops V Ir Sutjahjono didampingi Ka Humas Daops V Supriyadi kepada wartawan Rabu.
Selama arus balik Lebaran, kepadatan penumpang naik sampai 150 persen lebih. Sedang untuk KA bisnis dan eksekutif terjadi kenaikan sampai 125 persen lebih.
Di Yogyakarta, tiket dua KA kelas bisnis dan satu KA eksekutif Lebaran yang mulai dioperasikan pada Kamis (18/11) dari Stasiun Tugu Yogyakarta menuju Jakarta, sudah habis terjual. Demikian halnya untuk dua KA ekonomi lebaran yang diberangkatkan dari Stasiun Lempuyangan.
KA Argo Lebaran habis terjual hingga tanggal 23 November sedang KA Fajar Utama dan Senja Utama (bisnis) masih sisa 10 persen untuk tanggal 23 November.
Kepala Stasiun Tugu Yogyakata, Dwiyana Slamet Riyadi SE memaparkan, selain KA Lebaran, penumpang KA regular mengangkut penumpang di atas 100 persen dari kapasitas tempat duduk. KA Senja Lebaran dari 516 kursi yang disediakan, 538 terjual.
Sementara itu, prediksi bakal terjadi lonjakan arus balik pada H+3 melalui Stasiun Besar Kertapati, Palembang, kemarin tak terbukti. Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Stasiun Besar Kereta Api (KA) Kertapati Surya Muhammad yang ditemui Rabu (17/11).
"Hingga saat ini, belum terjadi lonjakan. Tapi, jumlah penumpang memang meningkat dibandingkan dengan H+2 dan H+1," tegas Surya.
Penerbangan
Sementara itu, jalur penerbangan Cilacap-Jakarta PP yang baru dibuka pada H-10 Lebaran lalu, ternyata mendapat sambutan yang positif dari masyarakat di wilayah Banyumas dan sekitarnya (Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, dan Kebumen).
"Bahkan tiket penerbangan sejak Lebaran sampai Senin (22/11) sudah terjual semua," kata Regional Manager Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Kebumen) H Restyarto Efiawan SE MM Kamis pagi.
Jenis pesawat yang digunakan untuk melayani penerbangan ini adalah pesawat CN 355 dengan kapasitas 38 penumpang milik Merpati Nusantara Air Line, dengan tarif tiket Rp 300.000.
Bus
Ditempat lain, Kepala Terminal Giwangan, Yogyakarta, Asung Waluyo SE memaparkan, kenaikan arus balik dan datang dipresidikan meningkat satu persen. Sejak H-10 hingga hari Rabu (17/11), jumlah pendatang merangkak naik, meski lebih rendah dibanding tahun 2003.
Khusus pada H-3, jumlah penumpang datang, di atas angka tahun 2003. "Lebih banyak sekitar 1.000 penumpang dibanding tahun lalu. Pada H-2, tahun ini ada 40.000 penumpang datang dengan 106 bus ekstra dari Jakarta, dan arus balik akan sangat terasa pada H+5," katanya.
Sementara itu, hingga H+3 Lebaran, arus balik menggunakan bus Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) di Sumatera Selatan, mulai meningkat. Di beberapa stasiun bus di Kota Palembang, momen ini ternyata dimanfaatkan para pengelola angkutan untuk menaikkan harga tiket.
"Harga tiket sekarang sudah melonjak dari Rp 25.000 menjadi Rp 30.000," ungkap Marni, penumpang bus tujuan Palembang-Pagar Alam, di Terminal Karya Jaya, kemarin. (SKA/WMO/133)