
PEMBARUAN/YC KURNIANTORO
NAIK TRUK - Demi mengirit biaya, truk bak terbuka disulap menjadi tempat berteduh selama perjalanan mudik.

PEMALANG - Jalur pantura Jateng, khususnya jalur Pemalang-Pekalongan, pada H-2 Jumat (12/11), macet total karena padatnya pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, sepeda motor, maupun kendaraan umum lainnya.
Kemacetan berawal di depan Terminal Pemalang, ke arah timur sampai Pekalongan. Kemacetan ini membuat kendaraan harus berjalan merambat.
"Arus mudik diperkirakan masih akan padat sampai Sabtu petang ini," kata Kasubag Lantas Polwil Pekalongan, Kompol Indra kepada Pembaruan Sabtu pagi.
Menurut Indra, setiap 10 menit, jumlah kendaraan yang lewat sebanyak 450 buah motor dan 295 mobil. Diperkirakan, jumlah ini masih bisa meningkat lagi pada Sabtu siang nanti.
Kemacetan ini bisa diatasi dengan mengalihkan kendaraan lewat jalur Kota Pemalang dan jalur alternatif. Panjangnya antrean kendaraan sampai enam kilometer ini membuat stres para pemudik dari Jakarta yang sudah ingin sampai ke rumah.
Kemacetan ini terjadi di beberapa titik, terutama bila iring-iringan memasuki jalur yang menyempit atau di depan tempat keramaian seperti pasar tumpah, terminal atau ada KA melewati pintu lintasan KA
Kondisi di jalur utama Pantura dan selatan Jawa Tengah juga padat dan sering terjadi kemacetan. Jalur alternatif yang semula lengang, pada H-2 dan H-1 juga tampak semakin padat.
"Belum ada peristiwa yang menonjol dalam masa mudik ini. Tiga ruas jalan yang longsor di jalur selatan, sudah normal kembali karena diperbaiki secara maraton," kata Kasubag Lantas Polwil Banyumas, Kompol Budi Meidianto Sabtu pagi.
Tidak Macet
Sementara itu, di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten, jumlah penumpang arus mudik meningkat sangat drastis dan signifikan, yakni 91.579 penumpang, kendaraan 8.339 unit, serta barang 1.363 ton.
Namun, peningkatan jumlah penumpang ini tidak membuat Pelabuhan Merak macet. Arus kendaraan dan penumpang relatif lancar karena para petugas, baik dari pihak kepolisian maupun petugas dari PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Merak, sudah melakukan antisipasi sebelumnya dan melaksanakan tugas dengan baik.
Situasi arus mudik kali ini sangat jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana puncak arus mudik itu terjadi pada H-3.
Berdasarkan, pantuan Pembaruan pada arus mudik tahun 2003 dan 2004 ini, terdapat perkembangan yang sangat positif dalam pelayanan arus mudik di Pelabuhan Merak. Pada tahun 2003 lalu, pada puncak arus mudik antrean kendaraan cukup panjang mencapai pintu tol Gerem, Merak atau mencapai lima kilometer. Namun pada tahun 2004 ini, antrean kendaraan dan kemacetan sama sekali tidak terjadi bahkan pelayanan terhadap penumpang dan kendaraan sangat lancar. Penumpukan dan stagnasi penumpang dalam pelabuhan tidak terjadi.
Kepala PT ASDP Cabang Merak, Taufik Hendriawan SE kepada Pembaruan, Jumat malam menjelaskan, kelancaran dalam pelayanan penumpang dan kendaraan arus mudik tahun ini tidak terlepas dari kerja sama yang cukup baik dari beberapa pihak yang terkait dengan pelayanan arus mudik yakni pihak kepolisian, PT ASDP, Dinas Perhubungan dan pihak-pihak terkait lainnya.
Secara terpisah, Kapolda Banten, Kombes Pol Drs Abdurahman menjelaskan, pihaknya sejak dua tahun lalu sudah menerapkan sistem dan pola sinergisitas pengaturan arus keluar masuk penumpang, barang dan kendaraan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni sehingga kemacetan tidak akan terjadi. Selain itu, sistem pengamanannya pun lebih sinergis dan terpadu.
"Saya melihat petugas PT ASDP Merak dengan pihak kepolisian sudah berupaya dengan keras untuk mengimplementasikan pola ini sehingga kendatipun jumlah penumpang melonjak drastis, namun tidak terjadi kemacetan. Semuanya berjalan lancar dan aman," ujarnya.
Puncak Mudik
Aus mudik melalui Trminal Purabaya, Bandara Juanda dan Penyeberangan Surabaya-Madura mencapai puncaknya pada Sabtu ini, yang angkanya akan melebihi jumlah pemudik yang tercatat pada hari sebelumnya.
Dari H-3 Lebaran sampai Jumat (12/11), jumlah pemudik yang melintas di penyeberangan Ujung Baru Surabaya-Kamal Madura tercatat 45.540 orang. Angka ini lebih kecil dibanding hari yang sama tahun lalu dengan jumlah 48.432 penumpang.
Demikian juga di terminal Purabaya Surabaya, arus pemudik dari daerah ini ke berbagai kota di Jatim dan kota-kota lainnya di Jawa mencapai seratus ribu lebih. Pada Sabtu ini jumlah pemudik melalui salah satu terminal bus terbesar di Jatim ini akan lebih dari seratus ribu orang.
Suasana terminal sampai Jumat malam penuh sesak. Para pemudik lengkap membawa barang bawaannya menuju daerah tujuan. Tetapi sejauh ini dikatakan Kepala Terminal Purabaya, Budi Utomo, bus-bus yang disediakan masih cukup untuk mengangkut para pemudik, meskipun penumpang saling berebut masuk bus.
Peningkatan yang sama terjadi di Juanda Surabaya. Pada H-4 jumlah penumpang untuk tujuan domestik sebanyak 23.988 orang, kemudian meningkat menjadi 25.551 penumpang pada H-3. Pada Sabtu ini menurut petugas di Juanda diperkirakan akan mencapai puncaknya.
Konvoi
Sementara itu, petugas patroli kepolisian yang berada di jalur jalan raya utama Tuban-Surabaya, Ngawi-Surabaya, Surabaya-Malang, dan Surabaya-Banyuwangi, secara estafet melakukan pengawalan arus mudik ribuan pemudik konvoi bersepeda motor, Jumat (12/11).
Pengawalan dilakukan dari perbatasan Jateng-Jatim via Tuban dan Mantingan Ngawi, hingga masuk ke wilayah kota atau kabupaten masing-masing. "Ini memang kebijakan Kapolda Jatim, Irjen Pol Drs Edy Sunarno yang melihat pengawalan dari petugas Polsek/Polsekta secara estafet bagi pengendara motor dalam posisi konvoi akan lebih aman dan nyaman dalam menempuh perjalanan mudik bersama," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Drs Endro Wardoyo SH MM menjawab pertanyaan wartawan, kemarin.
Pengawalan konvoi pemudik bermotor dari arah barat Jatim dari dua pintu masuk di Mantingan Ngawi dan Bulu Tuban gelombang kedua dilakukan Jumat malam dan Sabtu (13/11) dini hari. (WMO/070/080/149)