SUARA PEMBARUAN DAILY

Pemain Muda Cina Benamkan Pemain Senior

dok.pembaruan-sony dwi kuncoro

GUANGZHOU - Para pemain muda tunggal putra Cina berjaya dengan membenamkan para pemain senior di turnamen bulutangkis Cina Terbuka yang berlangsung di Stadion Tianhe, Guangzhou, Cina.

Salah satu pemain muda Cina, Li Yun (19), berhasil menumbangkan unggulan keempat asal Indonesia, Sony Dwi Kuncoro, pada babak ketiga, Kamis (11/11).

Pemain senior yang menjadi korban pemain muda adalah mantan pemain nomor satu dunia Peter Gade (Denmark) dan unggulan ke-16 Agus Haryanto (Hong Kong).

Unggulan kedua Gade di luar dugaan ditundukkan pemain junior asal Cina Gong Weijie dua set langsung 15-8, 15-11. Gong, juara turnamen Milo Junior Indonesia Open yang masih berusia 17 tahun ini, tampil brilian. "Dia menakjubkan dan bermain amat bagus malam ini. Saya tidak banyak tahu tentang dia dan kini saya pikir dia akan menjadi lawan tangguh dalam kompetisi di masa depan," kata Gade.

Gong, runner-up pada kejuaraan junior dunia tahun ini, mengakui kemenangannya itu mengejutkan. "Saya tidak mengira akan mengalahkan Gade. Bagaimanapun dia pemain veteran terkenal dunia. Itu pertama kalinya saya bertemu dia, tetapi saya tidak terlalu memikirkan hal itu dan hanya memusatkan perhatian pada pertandingan," katanya.

Seperti ditulis worldbadminton.net, pemain masa depan Cina lainnya, Li juga melaju setelah menang atas unggulan empat Indonesia Sony. Pemain asal klub Surya Naga ini menyerah dua set langsung 15-17, 4-15.

Pemain belia Cina yang berhasil menumbangkan pemain senior, adalah juara dunia junior Chen Jin. Chen mengalahkan unggulan ke-16 Agus Hariyanto asal Hongkong 15-8, 12-15, 15-1.

Gong Weijie yang memastikan satu tempat di perempat final akan menantang unggulan kedelapan Taufik Hidayat yang sebelumnya mengalahkan pemain Cina lainnya Wu Yunyong 15-10, 15-11.

Cina juga meraih tempat pada perempat final tunggal putri dalam turnamen berhadiah total U$$ 250.000 itu. Tercatat, empat pemain termasuk juara Olimpiade Zhang Ning melangkah ke perempat final.

Dari delapan kontestan di perempat final, Tine Rasmusen merupakan satu-satunya keturunan Eropa. Tujuh lainnya merupakan pemain asli Cina. Namun, tiga di antaranya kini berbendera negara lain, yakni Wang Chen (Hong Kong), Pi Hongyan (Prancis), dan Yao Jie (Belanda). Tiga pemain ini merupakan kelahiran Cina yang beberapa tahun terakhir ini pindah ke negeri tersebut.

Di ganda campuran, juara Olimpiade Cina Zhang Jun dan Gao Ling ditumbangkan pasangan baru asal Indonesia Nova Widianto/Lilyana Natsir 17-14, 4-15, 15-6. Di semifinal, mereka akan menghadapi Jens Eriksen/Mette Shojoldager (Denmark) yang menundukkan Koo Kien-Keat dan Wong Pei Tty asal Malaysia 15-10, 15-2.

Pasangan Indonesia lainnya, Anggun Nugroho/Tetty Yunita juga menang atas pasangan Denmark Carsten Mogensen/Rikke Olsen 15-7, 10-15, 17-14.

Ganda muda putra Markis Kido/Hendra Setiawan harus mengakui kehebatan pasangan Malaysia Chew Choon Eng/Choong Tan Fook 5-15, 2-15. Untungnya, kekalahan itu tidak diikuti Candra Wijaya/Sigit Budiarto. Pasangan yang bersatu kembali setelah satu tahun berpisah ini mengalahkan Korea Lee Yong Dae/Jung Jung Young 15-0, 15-3. (W-11)


Last modified: 12/11/04