SUARA PEMBARUAN DAILY

Jawa Barat Dominasi Cabang Balap Sepeda

PALEMBANG - Jawa Barat mendominasi final balap sepeda PON XVI Rabu (8/9) dengan merebut dua medali emas yang diperebutkan melalui Vonika Krieffa Rovita dan Tonton susanto di Palembang,

Vonika Krieffa Rovita, yang baru pertama tampil di arena PON, secara mengejutkan merebut medali emas nomor individual time trial 20 kilometer putri di Palembang, Rabu (8/9) pagi, setelah membukukan waktu tercepat 30 menit, 49,94 detik. Sementara Tonton meraih emas nomor individual time trial 40 kilometer putra dengan waktu 55 menit, 11,88 detik.

"Saya senang bisa merebut medali emas. Saya sempat tidak bisa tidur tadi malam karena terus memikirkan pertandingan ini. Apalagi ini merupakan nomor spesialisasi saya," kata Vonika yang berusia 17 tahun itu.

Hasil yang dicapai Vonika dapat dikatakan luar biasa, mengingat di nomor itu ada dua pembalap tangguh DKI, Santia Tri Kusuma dan Uyun muzizah. Dua pembalap DKI ini tercecer di urutan kedua dan ketiga. Santia yang mencatat waktu 31 menit 0,96 detik harus puas dengan medali perak. Sementara Uyun yang membukukan waktu 31 menit 23,71 detik mendapat medali perunggu.

Vonika mengaku telah tiga bulan berlatih secara intensif di Garut, Cirebon, dan Bandung. Dia melengkapi diri dengan sepeda khusus seharga Rp 80 juta.

Pembalap yang lahir di Solo, 30 Juni 1987 itu, mengaku semula menekuni balap sepeda untuk menurunkan berat badan. Ia merasa kegemukan dan memilih bersepeda untuk mengatasinya. Ia kemudian jatuh cinta pada olahraga tersebut dan masuk klub sepeda di Bogor dan dilatih mantan pembalap nasional, Puspita Mustika Adya.

Vonika, yang masih duduk di bangku SMA II Cibinong, Bogor, masih akan menjajal kemampuannya di nomor road race individual putri. Dia berharap dapat merebut medali kembali bagi kontingen Jawa barat.

Di nomor individual time trial putra dominasi Tonton belum tergoyahkan, Belum lama cedera dalam kecelakaan di Tour de Sulawesi Selatan, Tonton sudah mampu kembali ke arena lomba dengan gagah perkasa.

Pembalap senior Jawa Barat yang juga pembalap nasional itu menunjukkan kelasnya.

Dia masih terlalu tangguh bagi lawan-lawannya. Udara panas di Palembang yang mencapai hampir 30 derajat tidak menjadi penghalang baginya untuk memenangkan pertandingan final tersebut.

Saingan utama Tonton di nomor itu, Ferrynanto dari Jawa Timur, tercecer di urutan ketiga. Ferrynanto harus puas dengan medali perunggu setelah membukukan waktu 56 menit, 24, 49 detik. Medali perak menjadi milik pembalap DKI Jakarta, Rochmat Nugraha, yang mencatat waktu 55 menit, 43,40 detik.

Sampai sejauh ini, tim balap sepeda Jawa Barat sudah merebut empat medali emas. Dua medali emas lagi direbut melalui sepeda gunung nomor turun bukit putra dan lintas alam putri.

Hari Rabu (8/9) ini perburuan medali dilanjutkan di sejumlah cabang olahraga. Di cabang renang diperebutkan delapan medali emas di nomor 1.500 meter gaya bebas putra-putri, 50 meter gaya dada putra-putri, 100 meter gaya bebas putra-putri, estafet 4 X 100 meter gaya ganti putra-putri.

Di cabang atletik, diperebutkan sembilan medali emas dari nomor lompat tinggi putra, lempar lembing putri, lompat jauh putri, 400 gawang putra-putri, lontar martil putri, saptalomba putri, 5.000 meter putra-putri. Medali emas lainnya diperebutkan di cabang menembak (2), panahan (5), panjat dinding (1), pencak silat (2).

TIM PEMBARUAN


Last modified: 8/9/04