![]()
TIM bola basket putri DIY memastikan melaju ke babak semifinal di PON XVI. DIY mendampingi pimpinan pool C, DKI, ke babak selanjutnya. Sementara dari pool D, Jatim memimpin diikuti tim Jabar. Dengan demikian pada babak semifinal yang dimulai pada Kamis (9/9), DKI akan menghadapi tim Jabar sementara Jatim menantang DIY. DIY pada pertandingan terakhirnya mengalahkan tim Kaltim 27-44. Hasil dan Jadwal Pertandingan Basket, Selasa (7/9): Putra, Jateng vs Kalsel 97-46, Sumut vs Lampung 81-63, NAD vs Kaltim 92-71, Sumsel vs DIY 58-48. Putri, DIY vs Kaltim 44-27, Jateng vs Babel 65-54. Jadwal, Rabu (8/9): Putra: Bali vs Kaltim, DIY vs DKI, Sumut vs Jatim, Kalsel vs Jabar. Putri: Sumsel vs DKI Jakarta, Putri: Jatim vs Jabar.
![]()
TIM Judo DKI Jakarta juara umum judo PON XVI setelah berhasil mengumpulkan lima medali emas. Meski jumlah medali emas tersebut sama dengan milik Sumsel dan Jabar, namun DKI unggul dalam perolehan medali perak dan perunggu. Emas terakhir bagi DKI diperoleh dari nomor beregu putra setelah mengalahkan Sumsel di final yang berlangsung di Gedung Bulu Tangkis Pusri, Palembang. Medali perunggu untuk beregu putra diraih Bangka Belitung dan Banten. Di bagian putri, regu Jawa Barat yang diperkuat pejudo andalan Ira Purnamasari, berhasil mengalahkan Jatim. Medali perunggu diraih Sumut dan Lampung. Lima besar peraih medali judo PON XVI adalah DKI (5-3-7), Sumsel (5-3-1), Jabar (5-1-2), Sumut (2-0-3), dan Jatim (1-3-3).
![]()
ATLET selam Jabar H Yosa Putra merebut medali emas nomor fin swimming 2.000 meter perorangan putra pada cabang selam PON XVI Sumsel di Mentok, Bangka-Belitung, Selasa (7/9). Dia membukukan waktu 22 menit 04,78 detik untuk nomor fin swimming kedalaman 2.000 M. Sedangkan medali perak diraih Lukas Wibisono dari Jatim (22:56,70 detik), dan perunggu Andrian S Lamono juga dari Jatim (23:12,82 detik). Pada nomor fin swimming 3.000 meter perorangan putri, Priscilia dari Jatim menyabet medali emas dengan catatan waktu 36 menit 35,74 detik.
Akbar Nasution Kembali Pecahkan Rekor
PERENANG Jambi, M Akbar Nasution, kembali memecahkan rekor PON nomor 100 m gaya dada putra yang dibuat Audy Oktavian delapan tahun lalu. Dengan demikian pada PON XVI Sumsel, Akbar Nasution berhasil memecahkan tiga rekor PON dan satu rekor nasional atas nama perenang lainnya. Pertama di nomor 200 meter gaya dada putra, kedua nomor 400 meter gaya ganti perorangan putra, dan ketiga dinomor 100 meter gaya dada putra, dan kemudian rekor nasional 800 meter gaya bebas putera. Akbar juga telah menyumbangkan empat medali emas bagi kontingen Jambi, sekaligus menjadi perenang yang mampu memecahkan empat sekor pada ajang PON.
Sementara pada nomor bergengsi gaya bebas 50 m putra, perenang veteran Richard Sambera (DKI) masih menunjukkan keperkasaannya dengan mencatat waktu 24,01 detik. Medali perak dikuasai perenang Jatim, Andi Wibowo, dan perunggu menjadi milik Felix C Susanto (Sumsel). Pada bagian putri, kakak M Akbar, Elsa Manora Nasution (Jambi), merebut emas 50 meter gaya bebas putri dengan catatan waktu 28,05 detik. Medali perak diraih Nancy Suryaatmadja (Jatim) sementara perunggu Audrey Jiwajennie (DKI). ***
DKI Juara Umum Terbang Layang
KONTINGEN DKI Jakarta sementara menjadi pengumpul medali emas terbanyak di cabang terbang layang PON XVI, Palembang. Sebanyak lima medali emas, empat perak dan tiga perunggu berhasil diraih DKI. Tuan rumah Sumsel berada di urutan kedua dengan dua emas, dua perak, dan dua perunggu. Sedangkan Jateng di tempat ketiga dengan satu emas dan satu perak. Berikut hasil lengkap pertandingan pada cabang terbang layang, Selasa (7/9): 1. Nomor precision landing single sheet perorangan putri, Emas: Rery Endasari (DKI), perak : Monica AG, Perunggu : Dyah Sri Rahayu (Papua).
2. Nomor precision landing single sheet beregu putri : Emas : DKI Jakarta, Perak : Kaltim , Perunggu : Jatim. 3. Nomor precision landing dual sheet perorangan putra : Emas :Yanto (Sulut), Perak : Ninang Siswono (DIY), Perunggu : Rudi Ardikusumah (DKI) (setelah ada keputusan juri hakim No.2/ JH/ IX/ 2004) 4. Nomor precision landing dual sheet putra beregu : Emas : DI Yogyakarta, Perak : DKI Jakarta, Perunggu : Sulawesi Utara.***
Trio Peboling Putri DKI Raih Emas
TRIO putra DKI mengalahkan tim tuan rumah Sumsel dan Jatim, sementara tim trio puteri DKI mengalahkan tim Jateng dan Sumbar pada cabang olahraga boling PON XVI, Palembang, Sumsel, Selasa (7/9). Tim trio puteri DKI yang turun dengan peboling Putty I Armien, Happyi Ari Dewanti, dan Lili Suhaimi, berhak atas medali emas setelah menyelesaikan enam game dengan skor akhir 3.145. Tim Jateng yang menurunkan peboling Tan Bie Liang, Tan Bie Sian dan Tan Bie Ling harus puas dengan medali perak dengan skor 3.096. Tim Sumbar yang menampilkan peboling Zulfidarni, Delviati dan Zuryati meraih medali perunggu dengan skor 3058.
Dengan hasil tersebut, DKI sementara memimpin dalam perolehan medali , dua emas, tiga perak dan dua perunggu. Tuan rumah Sumsel di tempat kedua, dengan dua emaa dan satu perak. Sementara Jabar mengoleksi satu emas dan satu perak. Cabang boling pada hari kelima, Rabu (8/9) mempertandingkan nomor master putri dan putra seri 1 yang dilanjutkan hari berikutnya seri ke-2 sekaligus perebutan medali, pada Rabu (8/9). ***
Petembak Jateng Dan Riau Masih Berjaya
JATENG merebut medali dua emas, satu perak, dan satu perunggu, sedangkan Riau dua emas, satu perunggu, dari enam emas yang diperebutkan di cabang menembak PON XVI, pada Selasa (7/9). Medali emas Jateng diraih dari nomor air rifle hunting putra beregu dan air rifle hunting putri beregu. Sementara Riau meraih emas dari nomor free pistol putra beregu dan free pistol putra perorangan. Sementara dua emas lainnya dari nomor air rifle hunting putra perorangan direbut Jatim dan air rifle hunting putri perorangan dikuasai tuan rumah Sumsel.
Pada nomor air rifle hunting beregu putra, tiga petembak Jateng, yaitu Madrofi, Saridi dan Andreanto meraih total nilai 1.616. Nilai trio itu terpaut jauh dengan petembak Jatim (Sukarmanto, Syaiful Haqi, dan Jatmika Itsu Nugraha) yang mengumpulkan total nilai 1.604. Urutan tiga ditempati regu petembak Bali Kadek Bagiarta, Ketut Suartika, dan Sucipto) dengan total nilai 1.1594. Nilai yang kumpulkan Jateng itu berhasil memperbaiki Rekor Nasional yang dibuatnya dengan nilai 1.597 pada Kejurnas Menembak 2004 di Palembang.
Dua nomor lain yang dipertandingkan Selasa, free pistol putra beregu dan perorangan, emas barhasil diborong petembak Riau. Pada perorangan nomor ini, Saro Zawato Zia (Riau) berhasil menggondol emas dengan nilai 622,2. Perak dan perunggu diraih Sholeh (Riau) dan I Ketut Sudiana (Bali) masing-masing dengan total nilai 619,3 dan 612,3. Sedangkan pada nomor beregu, tiga petembak Riau yaitu Saro Zawato Zia, Sholeh, Dwi Priyo berhasil menggondol emas dengan total nilai 1.561. Nilai trio itu jauh di atas petembak Jatim (M. Idsyam Kaplale, Firtian Judi Swandarta) yang mengumpulkan total nilai 1.523. Cabang Menembak PON XVI 2004 sampai kini telah mendistribusikan 15 medali emas dari 30 emas yang disediakan panitia. sebanyak 15 emas sisanya akan diperebutkan hingga Sabtu (11/9) mendatang.
Pertandingan hari ke empat Rabu (8/9) besok akan memperebutkan tiga emas yaitu nomor rapid fire pistol putra perorangan, sport rifle prone putri perorangan dan sport rifle prone putri beregu. (Ant)