SUARA PEMBARUAN DAILY

Final Bola Voli

Tim DIY Tanpa Beban Hadapi Jatim

PALEMBANG - Tim Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan tampil tanpa beban menghadapi Jawa Timur (Jatim) di final bola voli putra PON XVI di GOR Sriwijaya, Palembang, Kamis (9/9).

DIY melangkah ke final setelah secara mengejutkan mengalahkan tim kuat Jawa Barat (Jabar) 3-1 (22-25, 25-16, 25-21, 25-19) di semifinal, Selasa (7/9). Sedangkan, Jatim, yang merupakan juara bertahan menundukkan DKI Jakarta juga dengan 3-1 (25-23, 25-14, 23-25, 25-14).

Keberhasilan DIY ke final PON itu merupakan pertama kalinya sejak keikutsertaannya di PON. Prestasi terbaik mereka hanyalah merebut medali perunggu, pada PON 1989. Selebihnya, mereka hanya menduduki peringkat keempat.

"Kami akan tampil tanpa beban, sebab kami datang ke sini bukan sebagai tim unggulkan. Kami tim underdog. Lagi pula target awal kami merebut medali perunggu," kata pelatih DIY Endry Oktaviantono.

Dengan posisi underdog tersebut, kata mantan pemain nasional era 1980-an dan 1990-an ini, dia berharap akan membuat motivasi para pemain meningkat. Endry juga berharap, penampilan para pemain DIY yang dimotori tiga pemain nasional Andri Widiatmoko, Zainudin, dan Marjoko Sigit, akan sebagus ketika menghadapi Jabar tersebut.

Andri dan Zainudin merupakan pemain kunci dalam kemenangan itu, terutama lewat smes-smes open-nya. Begitu pula dengan Sigit yang diharapkan bisa membunuh lawan dengan bola-bola cepatnya. Salah satu kekurangan DIY adalah tiadanya pemain libero.

Untuk menghadapi tim setangguh Jatim, DIY sudah menyiapkan beberapa strategi khusus. Mereka sudah mengetahui pola permainan Jatim. Satu pemain yang perlu mendapat ekstra pengawalan, adalah Joni Sugiatno. Pemain yang sempat menjadi rebutan antara Jateng dan Jatim ini merupakan pemain kunci Jatim, terutama lewat smes cepatnya. "Untuk menghentikan Joni, mungkin akan diterapkan satu orang mungkin menjaga satu pemain lawan. Kami sudah mempelajari permainan Jatim lewat video, mudah-mudahan nanti berhasil," ujar Endry.

Taktik satu orang menjaga satu pemain lawan memang telah diterapkan DIY ketika mengalahkan Jabar.

Di lain pihak, Jatim akan bermain all out untuk mempertahankan medali emas yang diperoleh empat tahun lalu. Bola voli merupakan kebanggaan masyarakat Jatim dan mereka selalu mendominasi PON. Tim-tim dari Jatim, seperti Samator juga menjadi langganan juara di Liga Bola Voli Indonesia (Livoli). Bahkan, di Proliga tahun ini, Surabaya Flame menjadi yang terbaik. Pemain yang memperkuat Jatim saat ini sebagian besar pemain Flame.

"Target kami datang ke sini untuk mempertahankan emas. Itu sudah harga mati. Untuk mewujudkan itu, kami telah mempersiapkan tim ini selama dua tahun, tim kami sudah matang," kata asisten pelatih tim Jatim, Ibarsyah.

Selain Joni, Jatim didukung mantan dan pemain nasional Johan Rahmadi, Hadi Esmanto, Susilo Hari Wibowo, Rudi Santoso, Aris Achmad Risqon.

Menurut dia, DIY merupakan tim tangguh yang tidak bisa dianggap remeh. Bila tidak hati-hati dan lengah, DIY bisa merepotkan dan bahkan mungkin mengalahkan Jatim. Ibarsyah juga akan mewaspadai pergerakan Zainudin dan Andri yang menjadi motor serangan DKI. Tim DIY telah bertemu Jatim pada babak penyisihan PON XVI dan kalah 0-3.

DKI Putri

Sementara itu, tim putri DKI Jakarta berpeluang merebut medali emas. Peluang muncul setelah di semifinal mengalahkan Sumsel 3-0 (25-5, 25-18, 25-15).

Di final, tim asuhan Nandy Nata ini menghadapi Jatim. Tim Jatim yang juara bertahan ini melangkah ke final setelah menang atas tim Jabar 3-2 (16-25, 27-25, 25-21, 12-25, 15-6).

Nandy berharap, timnya dapat menjinakkan tim Jatim. "Anak-anak sudah tahu apa yang harus dilakukan, karena mereka ikut menonton pertandingan Jatim melawan Jabar tadi. Jadi tinggal mental pemain saja yang harus dijaga," ujarnya.

Menurut dia, Jatim menang karena pemain Jabar banyak melakukan kesalahan. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Jatim untuk menekan mereka dengan permainan cepat. Di set kelima, para pemain Jabar tidak mampu melepaskan diri dari tekanan tim Jatim dengan permainan cepatnya.*


Last modified: 8/9/04