SUARA PEMBARUAN DAILY

Serena "Dirampok" Wasit

AFP PHOTO/Stan Honda

PROTES - Petenis urutan ketiga asal AS, Serena Williams meletakkan bola di dalam garis lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan hakim garis ketika melawan petenis urutan kedelapan, Jennifer Capriati, dalam AS Terbuka di Flushing Meadows, New York, Selasa (7/9). Dalam pertandingan tersebut Capriati menang 2-6, 6-4, 6-4.

NEW YORK - Wajar kalau Serena William (AS) marah dan membanting raketnya. Pasalnya, kandasnya dia di tangan rekan senegaranya, Jennifer Capriati, dengan skor 6-2, 4-6, 4-6 pada babak perempat final AS Terbuka 2004 di Kompleks Tenis Flushing Meadows, New York, AS, Selasa (7/9) malam waktu setempat atau Rabu (8/9) pagi WIB, akibat "dirampok" wasit Mariana Alves (Portugal).

Serena, yang ditempatkan pada unggulan ketiga, mengatakan kekalahannya itu akibat tindakan tidak adil dan sangat luar biasa dari wasit. Kekalahan menyakitkan yang dialami Serena ini melengkapi kekecewaan keluarga Williams. Pasalnya, hal yang sama pernah dialami saudaranya, Venus Williams, dalam turnamen Wimbledon lalu.

Serena mengajukan protes keras saat Alves menyatakan bahwa bola pukulan backhand yang dilepaskannya keluar. Padahal, lewat tayangan langsung yang dilakukan berkali-kali, jelas bola itu mendarat di dalam lapangan.

Yang membuat Serena terpaksa melancarkan protes keras karena kesalahan wasit itu terjadi dalam kondisi yang genting, yaitu saat deuce di set kedua. Jika saja wasit tidak melakukan kesalahan, Serena, yang sebelumnya sudah tertinggal 4-5, mampu menyamakan kedudukan menjadi 5-5.

Tetapi, apa boleh buat. Alves tidak mungkin menarik kembali keputusannya dan tetap menyatakan bola itu keluar.

Keputusan itulah yang membuat Capriati mengakhiri set kedua dengan kemenangan 6-4.

Seusai pertandingan, Serena tidak ingin berkomentar mengenai kejadian itu. Sementara Capriati, yang ditempatkan pada unggulan kedelapan, menjelaskan, dia tidak mengerti hal itu. "Saya hanya melihat saja. Saya juga hanya mengikuti apa yang wasit katakan," kata Capriati.

Amelie Mauresmo

Tumbangnya Serena melengkapi gugurnya para petenis unggulan atas (unggulan pertama hingga ketiga). Sebab, sebelum Serena tersingkir, nasib yang sama juga dialami unggulan kedua dari Prancis, Amelie Mauresmo.

Mauresmo harus mengakui ketangguhan petenis Rusia unggulan keenam, Elena Damentieva, 6-4, 4-6, 6-7 (1-7). Dengan begitu, Damentieva akan menjadi penantang Capriati di babak semifinal nanti.

Harus diakui, semangat juang Damentieva untuk memenangkan pertandingan ini sangat mengagumkan. Pasalnya, di set pertama, dia bukan saja melawan pukulan-pukulan Mauresmo, tetapi juga harus melawan cedera otot pahanya. Meskipun di set pertama dia kalah, tetapi dia mampu bangkit di set kedua dengan kemenangan 6-4.

Pada set ketiga, sebenarnya Damentieva juga bermasalah pada perutnya. Tetapi, hal itu berhasil dia lawan sampai akhirnya mampu menutup pertandingan dengan kemenangan 7-6.

Hewitt Lolos

Sementara itu di bagian putra, petenis Australia yang ditempatkan pada unggulan keempat, Lleyton Hewitt lolos ke babak perempat final setelah mengalahkan petenis Slovakia, Karol Beck 6-4, 6-2, 6-2. Hewitt mengakui bahwa kemenangannya ini berkat permainannya yang bagus. "Hari ini saya bermain tenis dengan solid. Ini adalah hari saya," kata Hewitt.

Dalam pertandingan lainnya kejutan dilakukan oleh petenis Swedia unggulan ke-28, Joachim Johansson. Dia melangkah ke perempat final setelah mengalahkan petenis bukan unggulan, Michael Llorda (Prancis) 6-2, 6-3, 6-2.

Tiket ke perempat final lainnya digapai petenis Jerman, Tommy Haas. Haas mengalahkan petenis muda Ceko berusia 18 tahun, Tomas Berdych, 7-6 (8-6), 6-1, 7-5. (Yahoo.com/F-4)


Last modified: 8/9/04