SERANG - Logistik pemilihan presiden (pilpres) dan wakil presiden putaran kedua 20 September mendatang, berupa surat suara, masih kurang untuk Banten. Hal itu diketahui, setelah pihak KPU Banten dan KPU Kabupaten/ Kota se-Banten melakukan pengecekan.
Kekurangan surat suara itu mencapai ribuan lembar. Sebenarnya, setiap dus surat suara yang dikirim dari KPU Pusat berisikan 4.000 lembar, namun setelah dicek, setiap terdapat kekurangan 100-200 lembar surat suara dalam setiap dus.
Anggota KPU Banten Suhari, di Serang, Selasa (7/9) menjelaskan, pihaknya akan segera melaporkan hal itu ke KPU Pusat supaya segera dilengkapi. "Kita kekurangan ribuan surat suara," katanya.
Ia mengatakan, berdasarkan hasil monitoring, keku-rangan surat suara itu terdapat di Kabupaten Lebak.
Retribusi
Sementara itu, aparat kepolisian dinilai tidak kooperatif dalam pendistribusian logistik pemilu. Dugaan ini diperkuat dengan bukti ditariknya biaya retribusi mobil boks pengangkut logistik pemilu di wilayah Kecamatan Gamping, Sleman, DIY.
Hal ini diungkapkan anggota KPU Kota Yogyakarta, Nasrullah SH kepada wartawan, Senin (6/9) di ruang kerjanya. Dikatakan, sopir mobil boks milik PT Jasa Bahari, Bagia, memberikan bukti nota pembayaran retribusi tersebut kepada anggota KPU Kota.
Selain itu, Nasrullah juga menyesalkan tidak adanya pengawalan dari pihak Kepolisian. "Ini sangat riskan, ujarnya." (SKA/149)