SUARA PEMBARUAN DAILY

Kampanye Penghormatan Pluralisme Tantangan bagi Umat Islam

JAKARTA - Umat Islam di Indonesia harus mampu membuktikan peran sertanya dalam mengembangkan pluralisme keagamaan saat ini. Tantangan bagi umat Islam bukan terletak pada upaya meningkatkan kuantitas tapi justru harus terus terpacu untuk mengampanyekan penghormatan pada pluralisme keimanan. Umat Islam juga harus mampu berdialog dengan dunia budaya dan politik.

Percikan pemikiran tersebut dikemukakan sejumlah intelektual Muslim yang memberikan pendapatnya pada peluncuran Wahid Institute, di Jakarta, Selasa (7/9) malam. Semangat pluralisme sangat terasa pada acara semalam yang bukan hanya dihadiri sejumlah intelektual Islam tapi juga sejumlah tokoh agama dan penghayat kepercayaan.

Tampak pula di antara para undangan perwakilan dari masyarakat Adat Sedulur Sikep yang berasal dari Pati, Jawa Tengah. Tampil memberikan sambutan singkat dalam acara tersebut di antaranya, Moeslim Abdurahman dan Prof Nasr Hamid Abu Zayd dari Universitas Leiden, Belanda. Mantan Capres-Cawapres Wiranto dan Salahuddin Wahid tampak duduk bersama Gus Dur, Try Sutrisno dan Capres SBY.

Dalam sambutan singkatnya Yenny mengatakan, jasa umat Islam terhadap perkembangan pluralisme keagamaan sering dilupakan. Ironisnya, saat ini malah muncul anggapan bahwa Islam tidak bisa dilepaskan dari berbagai aksi kekerasan di berbagai penjuru dunia.

Menurut Yenny, sejarah Islam justru penuh dengan berbagai upaya untuk memberikan tempat terhormat bagi umat nonIslam. Hal tersebut terlihat nyata dari adanya Piagam Madinah. (A-14)


Last modified: 8/9/04