SUARA PEMBARUAN DAILY

Intrusi Air Laut ke Monas karena Air Tanah Disedot Hotel-hotel

BOGOR - Terjadinya intrusi air laut hingga ke kawasan Monas, Jakarta Pusat, bukan karena berkurangnya atau hilangnya hutan mangrove di pantai utara (Pantura) Jakarta melainkan karena banyaknya hotel di Jakarta yang menyedot air tawar dari dalam tanah.

Hal itu diungkapkan Dr Joko Purwanto, staf pengajar di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB, Selasa (7/9), di sela-sela Seminar Nasional Ikan III bertema "Peningkatan Potensi Perikanan Melalui Peran Iptek dan Agribisnis", di Kampus IPB Darmaga, Bogor.

"Penyedotan secara besar-besaran oleh hotel-hotel di Jakarta karena tak adanya pengawasan yang baik dari Pemprov DKI Jakarta. Seharusnya semua diatur serta diawasi sehingga penyedotan air tanah tidak melampaui daya dukungnya," ujar Joko Purnomo

Dia juga mengingatkan, jika Pemda Kabupaten Bogor tidak menyadari dan tidak melakukan tindakan pencegahan maka kejadian seperti itu akan mengancam Cibinong dan Ciseeng. Jika di Jakarta yang menyedot air tanah itu hotel-hotel, di Cibinong yang menyedot adalah pabrik-pabrik. Akibatnya, Cibinong akan kekurangan air tanah.

Menurutnya, air tanah di kawasan Cibinong itu merupakan "harta karun" karena tingkat keasaman atau PH-nya diatas tujuh sehingga sangat ideal untuk pemeliharaan ikan-ikan hias termasuk arwana. Pada air yang punya PH di atas tujuh itulah ikan-ikan hias melakukan perkawinan.

Maka tidak mengherankan kalau di Cibinong saat ini muncul pengusaha-pengusaha ikan hias yang diekspor. Pengusaha itu antara lain Johanes dan Jap Khiat Bun. Pengusaha ikan hias di Cibinong biasa menerapkan sistem plasma. Sejumlah petani diberi modal dan benih oleh pengusaha dan hasilnya dijual ke pengusaha. (HR/S-26)


Last modified: 8/9/04