FELLINA Azzahra, bocah mungil berusia 18 bulan yang diduga menjadi korban malapraktik dokter Karya Medika, Cibitung, Kabupaten Bekasi, akhirnya meninggal akibat tertular campak, saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Senin (6/9) malam.
Padahal, seharusnya Fellina akan menjalani operasi penyembuhan bekas luka di perutnya akibat kegagalan operasi yang dilakukan dokter Otman Nasution di RS Karya Medika. Operasi yang dijalani Fellina di Karya Medika gagal sehingga ususnya menyembul keluar dari perutnya.
Namun, pihak Karya Medika sendiri terus bersikeras bahwa apa yang dialami Fellina bukanlah kegagalan operasi atau malapraktik yang dilakukan dokter. Kasus itu sendiri telah dilaporkan kedua orangtua Fellina, Iwan Pahriwan Pasaribu (36) dan Masriati (29), ke Polda Metro Jaya pada awal Agustus 2004. Namun hingga kini belum ada kejelasan dari polisi mengenai kasus itu.
Direktur RS Karya Medika Djuhari Surya Saputra, yang hadir melayat Fellina, Selasa siang, mengatakan, pihaknya tetap berpendapat tidak ada kesalahan pada operasi yang dilakukan oleh RS itu. "Biasa saja, biasa," ucapnya, menanggapi pertanyaan bagaimana sikap RS atas dokter Otman yang diduga telah melakukan malapraktik.
Pertengahan Agustus 2004, Fellina dibawa ke RSCM untuk menjalani operasi penyembuhan. Biaya rumah sakit, kata Iwan, bersumber dari dana jaring pengaman sosial (JPS). "Tapi saya tetap harus menanggung biaya obat-obatan," katanya, ketika ditemui di rumahnya, Perumahan Bumi Yapemas Blok B3/5, Mangunjaya, Tambun, Kabupaten Bekasi, Selasa siang.
Namun Fellina tidak dapat langsung menjalani operasi karena kondisi fisiknya yang lemah. "Saat itu beratnya hanya 5,9 kilogram. Untuk operasi, dokter mensyaratkan berat Fellina harus delapan kilogram," kata Iwan. Selama lebih kurang 17 hari, Fellina pun harus menjalani rawat inap bersama tujuh anak lain pada ruangan yang sama.
"Saat dirawat, Fellina terus diberi susu. Setelah lima hari dirawat, beratnya sempat bertambah jadi 6,55 kg. Tapi setelah itu, dokter mencoba cara lain, pemberian susunya bukan diminum tapi melalui usus yang terbuka di perut Fellina. Setelah itu, Fellina tidak mau lagi minum susu melalui mulut, kondisi fisiknya menurun lagi," tutur Iwan.
Tertular Campak
Iwan juga menyayangkan mengapa sampai Fellina tertular campak dari pasien lain. Pada ruang IW anak yang berisi delapan anak itu, Fellina sebenarnya ditempatkan pada bagian terpisah dari pasien lainnya. Tapi Iwan menduga, Fellina justru tertular campak dari peralatan rumah sakit yang tidak bersih.
Meski begitu, Iwan mengatakan tidak akan menuntut pihak rumah sakit. "Saya hanya menyayangkan, mengapa sampai Fellina terkena campak. Saya juga mengimbau para orangtua agar memilih dengan hati-hati rumah sakit maupun dokter yang terbaik," ucapnya.
Dia menyesalkan tidak adanya pihak berwenang yang memihak pada orang kecil seperti keluarganya. Bagaimana buruknya penanganan dokter dan rumah sakit terhadap putrinya, tapi tetap saja pihak-pihak yang harusnya bertanggung jawab itu bisa terlindungi dari hukum yang tidak memihak pada masyarakat seperti keluarganya. (B-14)