SUARA PEMBARUAN DAILY

Wilayah Rawan Air di Jakarta Meluas

JAKARTA - Luas wilayah DKI Jakarta yang mengalami status rawan air akibat pengaruh kekeringan tahun 2004 meluas. Tahun 2003 jumlah daerah rawan air berjumlah 31 kelurahan, tahun ini menjadi 36 kelurahan.

Direktur Utama PD PAM Jaya, Didit Haryadi, di Jakarta, Selasa (7/9), mengatakan, kondisi rawan air ini harus diantisipasi dengan serius karena kondisi kekeringan yang tengah berlangsung saat ini diperkirakan memburuk hingga Oktober mendatang.

"Daerah rawan air yang dilayani PT Palyja sebanyak 19 dan PT TPJ sebanyak 17 kelurahan," katanya. Menurut dia, antisipasi yang dilakukan PD PAM Jaya adalah meminta kepada dua mitra swasta, yakni PT Thames PAM Jaya (PT TPJ) dan PT Pam Lyonnaise Jaya (PT Palyja) untuk mengirimkan mobil tangki air bersih langsung ke lokasi kekeringan.

Bantuan air bersih yang telah dikirim secara gratis tersebut mencapai 22.218 m3 atau 22.218.000 liter. Adanya air bersih yang dijual oleh sejumlah pihak, menurut Didit, bukan berasal dari PAM Jaya tetapi dari pihak swasta lainnya. "Banyak pihak yang mengambil keuntungan dari bisnis ini. Bahkan ada anggota Dekel (Dewan Kelurahan) yang menjual air," kata Didit yang enggan menyebut nama anggota Dekel tersebut. Dia juga meyakinkan bahwa kondisi kekeringan ini tidak akan menjadi masalah yang besar bagi para pelanggan air PAM Jaya karena pasokan air baku dari Jatiluhur masih dalam kategori normal.

Sumber Air

Sehubungan dengan ketersediaan air baku dari Jatiluhur yang memasok 80 persen untuk konsumsi warga Jakarta yang diperkirakan kekurangan bahkan tidak melayani lagi tahun 2019, PD PAM Jaya bersama Bappenas, Bappeda DKI Jakarta, dan tim ahli PAM Jaya melakukan sejumlah pembicaraan untuk mencari alternatif sumber air. Menurut Didit, ada tiga alternatif yang pernah dan saat ini sedang dijajaki Pemprov DKI Jakarta. Alternatif pertama yakni membangun instalasi berkapasitas besar di satu titik sepanjang banjir kanal timur.

Alternatif kedua, membangun instalasi penjernihan air kapasitas besar sebelum Kali Bekasi. "Dua alternatif ini kurang memungkinkan karena membutuhkan dana yang cukup besar," katanya.

Langkah ketiga yang saat ini sedang dilakukan yakni bekerja sama dengan PDAM Tangerang untuk mengoptimalkan suplai air baku dari Sungai Cisadane yang saat ini memasok 15 persen kebutuhan air Jakarta.

Daerah rawan air di Jakarta: Penjaringan, Pluit, Kamal Muara, Kapuk Muara, Rawa Bebek, Pejagalan, Cengkareng Timur, Cengkareng Barat, Rawa Buaya, Kali Deres, Pegadungan, Tegal Alur, Semanan, Kali Anyar, Tambora, Pekojan, Tanah Sereal, Bukit Duri, Manggarai. Ancol, Tanjung Priok, Koja, Kali Baru, Cilincing, Marunda, Semper Timur, Semper Barat, Lodan, Rawa Badak Selatan, Rawa Badak Utara, Sungai Bambu, Kebon Papanggo, Sunter Agung, Pademangan Barat, Gunung Sahari Utara. (E-7)


Last modified: 8/9/04