SUARA PEMBARUAN DAILY

Mahasiswa Kembali Tawuran

Mereka Menggunakan Senjata Tajam, Kayu, Botol dan Batu

PEMBARUAN/WICAKSONO DANIEL P

TAWURAN MAHASISWA - Ratusan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia dan Universitas Persada Indonesia YAI, terlibat tawuran di depan kampus mereka yang bersebelahan di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (7/9). Puluhan mahasiswa terluka akibat terkena lemparan batu pada tawuran yang telah terjadi untuk kesekian kalinya ini.

JAKARTA - Seusai masa penerimaan mahasiswa baru, tawuran antarmahasiswa kembali marak. Seperti halnya yang terjadi antara mahasiswa Yayasan Administrasi Indonesia (YAI) dan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), di Jalan Diponegoro dan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Selasa (7/9) siang.

Tawuran itu mengakibatkan puluhan mahasiswa luka dan beberapa kendaraan rusak. Bahkan kendaraan polisi yang berusaha melerai peristiwa itu juga menjadi korban. Tawuran itu menggunakan berbagai senjata tajam, kayu, botol, dan batu. Sejumlah korban dilarikan ke RSCM dan RS St Carolus.

Saksi yang berada di lokasi menyebutkan, mahasiswa yang terlibat tawuran itu saling melempar batu. Selain itu beberapa mahasiswa juga terlihat saling berkelahi menggunakan senjata tajam.

Petugas polisi yang berada di lokasi mengatakan, kedua perguruan tinggi itu kerap terlibat tawuran seusai penerimaan mahasiswa baru. "Mungkin yang seniornya ingin meneruskan kebiasaan buruk itu kepada adik-adik mereka yang baru," ujar salah seorang petugas.

"Tiba-tiba kami diserang dengan batu. Penyerang juga mendorong-dorong pintu gerbang kampus dari luar," kata Ade, salah seorang mahasiswa baru YAI. Mahasiswa UPI/YAI langsung membalas sehingga terjadi perang batu.

"Tawuran antarmahasiswa UKI dengan YAI dipicu dendam lama. Mereka sudah sering tawuran," kata Wandi, 35, pedagang aksesori handphone. Tawuran berhenti setelah puluhan petugas Polres Jakarta Pusat tiba di lokasi dan menghalau mahasiswa masuk ke dalam kampus masing-masing.

Dipecat

Pimpinan UKI sangat menyayangkan tawuran tersebut yang merugikan mahasiswa sendiri dan masyarakat. Demikian dikatakan Kahumas UKI, Linda Sumilat kepada Pembaruan, Rabu (8/9).

Menurut Linda, UKI telah memecat 10 mahasiswa karena dianggap sebagai penggerak mahasiswa UKI untuk tawuran dengan mahasiswa kampus lain. "Langkah itu kami ambil agar tidak terjadi lagi tawuran. Namun, sekarang tawuran kembali terjadi, saya tidak tahu lagi," katanya.

Akibat bentrok itu, 25 mahasiswa YAI dan 11 mahasiswa UKI luka-luka. Selain itu, seorang warga yakni Bahrul (25), juga terluka parah di bagian kaki terkena lemparan batu ketika dia sedang melintas di Jalan Diponegoro.

Tawuran yang dimulai sekitar pukul 11.00 itu juga menyebabkan lalu lintas di kedua jalan tersebut ditutup. Dua jalan itu kembali bisa digunakan sekitar tiga jam kemudian setelah 1 SSK polisi dari Polres Jakarta Pusat menghentikan perkelahian itu. Sampai Rabu pagi, belum diketahui penyebab tawuran itu.

Tawuran mahasiswa pada masa awal tahun ajaran baru juga kerap terjadi di beberapa perguruan tinggi. Tawuran antarkelompok mahasiswa juga terjadi di Universitas Mustopo Beragama, Jalan Hang Lekir, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Di perguruan tinggi ini mahasiswa yang berbeda kelompok saling serang di depan kampus. Walaupun jumlahnya hanya sedikit namun dalam aksi tawuran itu mereka menggunakan senjata tajam sehingga mengakibatkan jatuh korban.

Salah seorang petugas keamanan yang menjaga gerbang kampus Universitas Mustopo Beragama menyebutkan, tawuran itu kerap terjadi pada awal semester ganjil. "Dua kelompok itu selalu tawuran pada awal semester. Jika terjadi tawuran, saya selalu mengusir mereka ke luar kampus, biar menjadi urusan polisi," ujarnya.

Perkelahian antarmahasiswa di Universitas Mustopo Beragama sudah berlangsung beberapa hari terakhir. Perkelahian itu biasanya berlangsung pada sore dan malam hari. (E-8/KR/S-26)


Last modified: 8/9/04