SUARA PEMBARUAN DAILY

PM Palestina Dukung Serangan Balasan

RAMALLAH - Perdana Menteri (PM) Palestina, Ahmed Qureia, Rabu (8/9), mengecam keras serangan udara Israel yang menewaskan 14 militan Hamas dan melukai lebih dari 30 lainnya di Jalur Gaza. Qureia mengatakan, serangan balasan akan dibenarkan.

Untuk pertama kali saat menjabat sebagai perdana menteri, Qureia mengeluarkan pernyataan keras seperti ini terhadap Israel. Sikap itu merefleksikan kemarahan publik dan rasa frustrasi Qureia sendiri karena tidak bisa mengatasi aksi-aksi tersebut.

Sementara itu, kelompok militan Palestina, Hamas, bersumpah membalas dendam setelah 14 anggotanya tewas dalam sebuah serangan udara Israel di Gaza. Sekolah-sekolah dan toko-toko di Gaza ditutup sebagai tanda penghormatan terhadap mereka yang tewas.

Sesaat setelah pemakaman para korban itu, Palestina menembakkan mortir dan roket ke daerah Yahudi di dekat Gaza. Hamas mengatakan, mereka berada di balik serangan roket di Kota, Sderot, yang menurut pemerintah Israel, melukai satu orang.

Sebelumnya, pejuang Palestina itu mengatakan, mereka melakukan dua serangan bom bunuh diri ke Kota Beersheba minggu lalu, yang menyebabkan 16 orang tewas. Tel Aviv ketika itu menyatakan akan membalas serangan bom bunuh diri itu.

Dan pada Selasa pagi, serangan itu terjadi. Peluru kendali Israel menghantam lapangan olah raga yang diberi nama Sheikh Ahmed Yassin, pemimpin spiritual Hamas yang dibunuh. Tempat itu diduga merupakan basis kuat kelompok militan. Pasukan Israel dalam satu pernyataan mengatakan, mereka sengaja mencari sasaran "tempat latihan teroris Hamas."

Serangan kemarin merupakan pukulan terberat terhadap Hamas sejak pemberontakan Palestina dimulai akhir tahun 2000 lalu. Para pemimpin Hamas yang bermarkas di Damaskus, Suriah, untuk sementara mulai cemas, terutama sejak muncul peringatan bahwa kantor mereka juga akan diserang oleh Israel.

Sementara itu, sehari setelah menembak mati 14 milisi Hamas, tank-tank dan helikopter Israel pada Rabu hari ini, bergerak menuju utara Jalur Gaza. Sekitar 20 tank dan kendaraan lapis baja lainnya bergerak menuju kamp pengungsi di Beit Lahiya dan Jebalya. Sumber-sumber Israel mengatakan, operasi ke dua kamp itu bertujuan menghentikan aksi kelompok milisi yang sering menembakkan roket dan mortir ke perkampungan Yahudi yang kebetulan terletak bersebelahan.

Marah

PM Qureia sangat marah atas serangan udara Israel. Dalam pertemuan kabinet, Qureia menyepakati serangan balasan terhadap Israel. Seorang anggota kabinet mengatakan, dalam pertemuan kabinet semalam, Qureia terlihat marah dan dia berencana mengundurkan diri.

Sementara itu, PM Israel, Ariel Sharon, Selasa malam, mengatakan, serangan udara itu bukan sebuah aksi pembalasan. "Aksi melawan Hamas bukan sebuah pembalasan terhadap aksi mereka di Beersheba," katanya kepada anggota partai di Jerusalem. "Serangan itu lebih sebagai aksi memerangi terorisme, yang mana tidak bisa kami hentikan sebelum terorisme itu sendiri dihentikan."

PM Qureia, dalam pertemuan kabinet yang berlangsung di Kota Ramallah, Tepi Barat, mengatakan, dia sangat marah dan kesal dengan serangan itu. "Tak ada kejahatan dibiarkan tanpa hukuman. Untuk diketahui, akan ada pembalasan, dan pembalasan itu dibenarkan akan terjadi," katanya.

Qureia mengatakan, dengan aksi brutal Israel itu, pejabat Palestina akhirnya menerima dan mengakui berbagai tindakan pembalasan dari Hamas. Padahal sebelumnya, Qureia tidak pernah mendukung apalagi membenarkan berbagai aksi pembalasan dari kelompok-kelompok militan Palestina.

Seorang pejabat Israel mengeritik pernyataan Qureia dengan mengatakan, "Dia sebenarnya tidak mampu memerangi terorisme dan dia tidak memiliki kekuasaan untuk melakukan hal itu. Arafat-lah yang memiliki kuasa dan Arafat terus mendukung teror." (AP/BBC/L-8)


Last modified: 8/9/04