JAKARTA - PT Indomobil Finance Indonesia (IFI) menargetkan akan membukukan pendapatan sebesar Rp 310 miliar pada 2004 dan laba bersih Rp 54 miliar. Pada 2003, perusahaan pembiayaan milik PT Indomobil Sukses Internasional Tbk itu, membukukan pendapatan Rp 108,7 miliar dan laba bersih Rp 22,7 miliar.
Menurut Presiden Direktur IFI, Wiwie Kurnia, target pendapatan dan laba bersih perseroan pada tahun ini, antara lain diasumsikan dari pembiayaan mobil dan sepeda motor yang diperkirakan mencapai Rp 1,4 triliun atau naik 100 persen dibandingkan tahun 2003.
"Hingga Agustus 2004 pembiayaan kami telah mencapai Rp 700 miliar. Kami yakin target Rp 1,4 triliun akan tercapai pada akhir 2004," kata Wiwie, di Jakarta, Selasa (7/9).
Dia mengatakan, dari total pembiayaan Rp 1,4 triliun, komposisi untuk sepeda motor sebesar 60 persen dan mobil 40 persen atau setara dengan 700.000 unit sepeda motor dan 90.774 unit mobil. Seluruh pembiayaan kendaraan bermotor tersebut, khusus untuk merek-merek yang didistribusikan Indomobil seperti Suzuki, Nissan, Audi, Volvo, Volkswagen, Renault, Mazda, Sangyong, dan sepeda motor Suzuki.
Wiwie menjelaskan, untuk memenuhi target pembiayaan tersebut, selain menggunakan dana dari pinjaman bank, IFI juga akan menerbitkan obligasi senilai Rp 300 miliar yang penawaran perdananya akan dilakukan 15 September 2004.
"Ini merupakan obligasi pertama yang akan kami terbitkan karena selama ini untuk dana pembiayaan kami selalu menggunakan pinjaman bank," ujar Wiwie.
Sejak beroperasi pada 1993, pendanaan kredit kendaraan bermotor IFI selalu didukung oleh perbankan, antara lain Bank Mega, Bank Danamon, BII, BCA, dan Bank Commonwealth. Saat ini, total plafon pinjaman perseroan dari bank mencapai Rp 1,6 triliun.
Terkait dengan obligasi senilai Rp 300 miliar, Director and Corporate Secretary PT Kresna Securities, Andrew Haswin, mengatakan, obligasi tersebut telah mendapat rating A dari Perusahaan Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan akan diterbitkan dalam tiga seri. Kresna Securities ditunjuk IFI sebagai penjamin pelaksana emisi dalam penerbitan obligasi tersebut.
Menurut dia, untuk seri A akan ditawarkan sebanyak Rp 50 miliar dengan jangka waktu 370 hari, seri B Rp 75 miliar berjangka waktu dua tahun, dan seri C Rp 175 miliar untuk tiga tahun. (J-9)