SUARA PEMBARUAN DAILY

Produksi Minyak Capai 30 Juta Barel Per Hari

OPEC Kaji Harga Baru US$ 26 - US$ 34 Per Barel

SYDNEY - Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan merevisi patokan harga minyak dunia pada pertemuan di Wina, 15 September nanti. Kemungkinan besar, patokan harga baru yang ditetapkan OPEC adalah di kisaran US$ 26 - US$ 34 per barel. Berkaitan dengan hal itu, total produksi minyak OPEC saat ini telah mencapai kisaran 29 juta hingga 30 juta barel per hari (bph).

Hal tersebut diungkapkan Presiden OPEC, Purnomo Yusgiantoro, dalam Kongres Energi Dunia, yang berlangsung di Sydney, Australia, Selasa (7/9). ''Produksi minyak saat ini telah mencapai 1,5 juta barel di atas permintaan setiap hari. Ini didasarkan pada angka perkiraan kami. Dengan demikian pasokan minyak di pasar mencukupi,'' ungkap Purnomo.

Tingginya permintaan minyak oleh Amerika Serikat (AS) dan Cina, ditambah dengan kekhawatiran aksi terorisme, telah mendorong harga minyak mencapai posisi tertinggi dalam dua dekade terakhir. Para menteri perminyakan negara anggota OPEC berencana bertemu di Wina, Austria, 15 September nanti, untuk membahas upaya menurunkan kembali harga minyak.

Purnomo, yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI tersebut, menjelaskan, total produksi minyak OPEC yang kini mencapai 30 juta bph itu sudah memperhitungkan produksi dari Irak. ''Masalah dalam produksi minyak Irak adalah seringnya ada gangguan. Tetapi kami sudah menghitung target produksi mereka yang sebesar 1,9 juta hingga 2 juta bph,'' jelasnya.

Patokan Harga

Pada kesempatan tersebut, Purnomo juga mengungkapkan, OPEC tengah mempelajari usul kenaikan patokan harga minyak pada kisaran US$ 26 hingga US$ 34 per barel. Sebelumnya, OPEC menetapkan patokan harga minyak di kisaran US$ 22 - US$ 28 per barel, yang ditetapkan sejak tahun 2000.

Disinggung apakah level harga saat ini akan mengancam pertumbuhan ekonomi dunia, Purnomo mengatakan, kisaran harga US$ 45 - US$ 50 per barel masih layak.

Menyangkut kemungkinan OPEC memangkas produksi segera setelah harga minyak turun, dia mengatakan, hal itu tetap harus melihat situasi suplai dan kebutuhan pada saat pertemuan di Wina. ''Permintaan dari Cina, India dan AS, masih cukup kuat,'' katanya.

Sementara itu, harga minyak pada perdagangan Selasa turun, menyusul pernyataan Presiden OPEC bahwa suplai minyak bertambah sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan dunia. Di pasar New York, harga minyak mentah untuk pengiriman Oktober turun 68 sen dolar ke posisi US$ 43,31 per barel. Sebaliknya di pasar London, harga minyak jenis brent naik 14 sen dolar menjadi US$ 40,76 per barel. (AP/A-17)


Last modified: 8/9/04