AAT ini paling mudah mendapatkan kredit dari bank. Bank pemerintah maupun bank asing yang beroperasi di Indonesia sedang gencar-gencarnya menawarkan Kredit Tanpa Agunan (KTA). Bagi karyawan yang penghasilan bersih Rp 2,5 juta per bulan, cukup dengan slip gaji asli terakhir atau keterangan perusahaan, fotokopi KTP dan fotokopi rekening tabungan sudah dapat mengajukan KTA. Bagi pengusaha swasta mereka cukup menambahkan fotokopi SIUP/NPWP. Apalagi pemilik kartu kredit lebih mudah lagi, hanya menambah bukti tagihan terakhir, KTA akan segera dicairkan.
Kredit yang diperoleh melalui KTA jumlahnya cukup besar. Tawaran yang disampaikan biasanya berkisar Rp 5 juta- Rp 100 juta. Mengenai bunganya, ini yang harus menjadi perhatian bagi mereka yang mendapatkan tawaran memperoleh KTA tersebut. Bank memang sangat gencar menawarkan KTA, bahkan kepala cabang bank pemerintah sampai menugaskan seluruh karyawannya untuk mencari anggota keluarganya agar mengambil KTA.
Yang gencar ditawarkan saat ini adalah KTA dengan bunga pada kisaran 1,5-1,6 persen per bulan. Bahkan ada yang berani dengan 1,2 persen per bulan. Kelihatannya bunga yang ditawarkan ini cukup rendah. Tetapi jika dihitung, bunga yang harus dibayar sebenarnya lebih dari 33 persen per tahun. Hal yang sama juga terjadi bagi pengguna kredit kepemilikan mobil, rumah dan elektronik yang ditawarkan dengan bunga rendah tapi angsuran tetap per bulan. Jika dihitung, bunga yang harus dibayar sebenarnya sangat tinggi.
Kredit konsumsi ini biasanya diambil tanpa berpikir tentang tingginya tingkat bunga yang harus mereka bayar. Yang penting penghasilan mereka setiap bulan cukup untuk membayar kredit barang yang mereka konsumsi. Bagi bank yang mendanai bunga deposito sekitar 6 persen per tahun, dengan KTA yang bunganya 33 persen tentu sangat menguntungkan. Oleh karena itu tidak heran jika hampir semua bank 'menggebu-gebu' menawarkan KTA.
Anggapan masyarakat bank memberikan kredit dengan bunga murah itu tidak benar. Bunga itu masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kredit investasi yang biasanya ditawarkan oleh bank kepada pengusaha. KTA merupakan terobosan dunia perbankan di Indonesia untuk membantu masyarakat mewujudkan impiannya. Namun kesannya bank membodohi masyarakat dengan iming-iming bunga tanpa menjelaskan berapa sebenarnya bunga efektif yang harus dibayar seorang penerima KTA. Mungkin kredit jenis ini bisa digunakan untuk membiayai usaha yang memberikan keuntungan yang cukup besar.
(Komentar ke mansyur@suarapembaruan.com)