SUARA PEMBARUAN DAILY

Petani di Jambi Diminta Waspada Kemarau

JAMBI - Para petani di Provinsi Jambi kini mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana kemarau menyusul berkurangnya curah hujan di daerah itu sebulan belakangan. Guna mencegah agar tanaman pangan petani tidak sampai puso terkena kemarau, para petani di daerah itu diminta tidak menanami lahan pertanian yang selalu kekeringan di musim kemarau.

Kepala Sub Dinas Sarana, Prasarana dan Pelindungan Tanaman Dinas Pertanian Provinsi Jambi Ir H Tagor Mulia Nasution MSc kepada Pembaruan di ruang kerjanya, Jumat (28/5) mengatakan, pihaknya kini meningkatkan penyuluhan kepada para petani untuk menghindari bencana kemarau. Para petani di daerah itu diminta tidak lagi menanami lahan yang setiap musim kemarau terkena kekeringan seperti sawah tadah hujan, daerah rawa, ladang yang sulit sumber air dan lahan di daerah aliran sungai (DAS). Para petani juga diarahkan agar tidak menanam tanaman pangan yang rentan kekeringan seperti sayuran jenis sawi, cabai dan padi sawah. Para petani diminta menanam tanaman berumur pendek dan agak tahan kemarau seperti ubi jalar, singkong, sayuran kacang panjang, buncis dan sebagainya.

Menurut Tagor, penyuluhan mengenai antisipasi kemarau itu diprioritaskan di tiga kabupaten yang selama ini selalu terkena kekeringan seperti Kabupaten Batanghari, Bungo dan sebagian Tanjungjabung Timur. Sentra-sentra pangan di tiga kabupaten itu selalu terkena kekeringan karena petani banyak menggarap lahan rawa, sawah tadah hujan dan ladang di kawasan DAS. Sedangkan irigasi di daerah itu kurang. Akibatnya ketika musim kemarau tiba, lahan petani tidak bisa digarap karena tidak ada sumber air. (141)


Last modified: 29/5/04