JAKARTA - Dana yang digunakan para calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk kampanye diduga bersumber dari usaha ilegal dan kegiatan pencucian uang (money laundering). Dugaan itu berawal dari ketidakjujuran partai politik (parpol) dalam pelaporan dana kampanye selama kampanye pemilu legislatif.
Pernyataan tersebut dikemukakan Sekretaris Jenderal Transparency International (TI) Indonesia Emmy Hafild kepada wartawan di Jakarta, Jumat (28/5). "Tidak ada parpol yang jujur melaporkan dana kampanyenya. Saya menduga hal serupa akan terjadi dalam kampanye pemilu presiden (pilpres) karena memang sumber dananya tidak jelas, mungkin dari kegiatan ilegal atau money laundering," tegasnya.
Berdasarkan temuan TI Indonesia, dana kampanye parpol yang dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) jauh lebih kecil dari yang dikeluarkan. Misalnya, Partai Golkar melaporkan dana kampanyenya sebesar Rp 83 miliar, tetapi selama kampanye diperkirakan mereka mengeluarkan dana Rp 169 miliar. Demikian juga dengan PDI-P yang melaporkan dana kampanye Rp 103 miliar, tetapi pengeluarannya mencapai Rp 241 miliar.
Partai Demokrat melaporkan dana kampanye Rp 5 juta, tetapi pengeluarannya mencapai Rp 30 miliar. Sedangkan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melaporkan dana kampanye Rp 1 juta, tetapi bisa mengeluarkan uang selama kampanye sampai Rp 91 miliar. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak melaporkan dana kampanye ke KPU, tetapi mengeluarkan biaya kampanye Rp 95 miliar.
"Dana kampanye yang bisa kami hitung itu jumlahnya jauh lebih kecil dari pengeluaran sebenarnya. Kami tidak menghitung dana yang digunakan untuk membeli kaos dan alat peraga lain, seperti air mineral, rokok, dan bola," ujar Emmy.
Menjelang kampanye pemilu presiden, lanjutnya, TI-Indonesia mencatat sejak 1 sampai 15 Mei, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla telah mengeluarkan dana Rp 3,45 miliar dan pasangan Amien Rais-Siswono Yudo Husodo Rp 160,59 juta. Dana tersebut digunakan untuk biaya kampanye lewat iklan di media cetak dan televisi.
Terkait dengan temuan tersebut, Emmy mendesak semua capres untuk mengumumkan dana yang disiapkan untuk kampanye, termasuk sumbernya. (A-16)