SEBUAH mobil yang membawa dua wartawan Jepang, Kamis (27/5), diserang di Irak dan keduanya tewas. Kedua wartawan dan dua warga Irak yang bekerja untuk mereka sedang melakukan perjalanan di Baghdad selatan, ketika beberapa pria bersenjata melepaskan tembakan.
Serangan yang mematikan itu dipastikan akan menimbulkan debat hangat dalam negeri Jepang mengenai keputusan Perdana Menteri Jepang, Junichiro Koizumi, mengirimkan tentara ke Irak, menyusul tewasnya dua diplomat Jepang tewas tahun 2003 lalu. Bulan lalu, lima warga Jepang sempat diculik oleh kelompok militan yang mendesak agar pasukan Jepang ditarik dari sana.
Departemen Luar Negeri Jepang di Tokyo mengatakan, serangan paling baru ini terjadi Kamis di Mahmudiya, sekitar 30 kilometer selatan Baghdad. Para wartawan itu hendak kembali ke Baghdad dari Kota Samawa. Di sana lebih dari 500 tentara Jepang ditempatkan.
Kendaraan mereka dibakar, namun sopirnya berhasil melarikan diri dan kemudian dirawat di rumah sakit setempat. Seorang petugas rumah sakit mengatakan, mereka sudah menerima dua mayat, dan menurut pengakuan sang sopir, keduanya adalah mayat wartawan Jepang, Shinsuke Hashida (61), wartawan lepas yang tinggal di Bangkok, dan sepupunya Kotaro Ogawa (33), dari Kota Tottori. Hashida selama ini disebut-sebut sebagai wartawan perang senior.
"Ketika dia bilang mau pergi ke Irak 20 Mei lalu, saya bilang pekerjaan itu tidak sebanding dengan taruhan nyawanya," kata ibu Hashida kepada jaringan televisi Jepang, NHK. (BBC/L-8)