Film: Jiang Hu
Sutradara: Wong Ching Po
Pemain: Andy Lau, Jacky Cheung, Shawn Yue, Edison Chen, Jacklyn Wu
Produksi: Audio One Entertaiment

istimewa
KONFLIK TRIAD - Persaingan dan konflik para triad di kota Hong Kong telah membuat Yoyo, sang pelacur, ditinggalkan kekasihnya Yik yang menjadi pembunuh bayaran. Yoyo hanya bisa berharap, suatu saat mereka dapat bertemu lagi.
Pasangan Andy Lau dan Jacky Cheung sempat merajai dunia perfilman Asia di era 1980-an. Penampilan keduanya yang berpasangan dalam film As Tears Go By karya debut sutradara Kong Kar-Wei menjadi satu karya legenda di antara para pencinta aksi gangster Hong Kong. Setelah 16 tahun berlalu, kini kedua aktor watak itu dipertemukan kembali lewat Jang Hu karya Wong Ching Po. Andy dan Jacky kembali menunjukkan jurus-jurus akting mereka yang memikat.
Andy Lau berperan sebagai Hong Yan-chiu, boss triad Hong Kong yang memiliki wilayah kekuasaan yang luas. Dalam menjalankan bisnis rahasia itu, Hong dibantu Lefty (Jacky Cheung), sahabat akrab sejak masa remaja yang berjulukan si kidal. Bisnis mereka berjalan baik, bahkan wilayah kekuasaan mereka semakin luas.
Tetapi kelahiran anak pertama dari istrinya Emily (Jacklyn Wu Chien-Lien) membawa pengaruh besar dalam diri Hong. Dia tak ingin anaknya hidup normal dan tidak dalam bayang-bayang maut seperti yang dialaminya selama ini. Keinginan itu diketahui Lefty. Sang sahabat menyarankan Hong untuk meninggalkan bisnis dan keluar dari Hong Kong. Dia sebaiknya memulai hidup baru. Tetapi Hong menolak. Dia sudah merasa menjadi bagian dari bisnis itu, hidup atau mati.
Sayang, isu pengunduran diri Hong cepat tersebar. Akibatnya sejumlah anggota triad yang lain bersiap-siap merebut tampuk kekuasaan itu. Termasuk tiga anak buah Hong yakni Figo, Si Jangkung dan Lung.
Sementara itu, di tempat berbeda Yik (Shawn Yue), seorang preman remaja tengah berada dalam kekalutan. Kematian kakaknya dalam tawuran antargeng membuat jiwanya goyah. Datang bujukan dari Turbo (Edison Chen) untuk melakukan aksi pembunuhan terhadap bos triad. Tawaran itu disambut dengan setengah hati. Apalagi karena dia hanya diberi senjata sebilah pisau. Tetapi Yik akhirnya harus memilih melakukan aksi itu. Dia butuh uang untuk membebaskan kekasihnya yang menjadi pelacur remaja di sebuah rumah bordil.
Sementara itu, rencana trio Figo rupanya tercium oleh Hong dan Lefty. Sebelum Hong bertindak Lefty telah mendahului. Dia mengerahkan anak buahnya untuk menghabisi trio pembangkang itu. Setelah keluarga Figo dihabisi, selanjutnya Lefty mengincar si Jangkung dan Lung. Tetapi sebenarnya ada maksud terselubung dari Lefty. Dia ingin merebut kekuasaan Hong tanpa tersaingi oleh yang lain. Prinsipnya, mencabut rumput hingga ke ke akar.
Kisah ini memuncak pada adegan pertarungan kedua sahabat itu dengan sekelompok gangster muda di tengah siraman hujan. Adegan puitis, sekaligus membalikkan semua alur cerita ke masa lalu Hong dan Lefty yang tak lain adalah Yik dan Turbo.
Film ini memang lebih mengedepankan penampilan Andy dan Jacky. Di sini kedua aktor kembali menunjukkan kualitas sebagai pemain watak. Andy yang kini berusia 43 tahun berhasil membangun karakter Hung, bos gangland yang berdarah dingin. Sedangkan Jacky membentuk karakter Lefty yang haus darah, licik sekaligus penakut.
Hanya saja, alur cerita yang maju mundur tanpa batasan waktu membuat kisah ini seakan berada pada labirin tak berujung. Ceritanya melompat dari satu karakter ke karakter lain, tanpa kejelasan latar belakang para tokoh tersebut. Hal itu ditambah dengan bumbu kekerasan yang berlebihan. Seperti ketika Turbo disiksa hingga tangannya remuk, dan pembantaian keluarga Figo. Tetapi ini merupakan ciri khas film triad ala Hong Kong.
Penampilan Andy dan Jacky mendapat dukungan dua bintang junior Shwan Yeu dan Edison Chen yang sebelumnya juga berpasangan dalam Infernal Affairs II. Selain itu tampil aktris Taiwan berwajah sendu, Jacklyn Wu Chien-lien yang lama absen. Bagi para penggemar film aktor triad, film Jiang Hu ini menjanjikan penampilan berkelas dari bintang-bintang ternama. (W-10)