SUARA PEMBARUAN DAILY

CAR BPI Sudah Penuhi Ketentuan BI

JAKARTA - Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank Persyarikatan Indonesia (BPI) sudah melampaui ketentuan yang dipersyaratkan oleh Bank Indonesia yakni delapan persen. CAR bank tersebut saat ini tercatat sebesar 8,61 persen setelah mendapat suntikan modal dari perusahaan Malaysia, AA Corporation sebesar Rp 20 miliar pada 27 Mei 2004.

Ketua Tim Pengurus Sementara (caretaker) BPI, Hajriyanto Y Thohari di Jakarta, Jumat (28/5) mengatakan, dengan CAR yang sudah memenuhi ketentuan BI, maka permasalahan yang membelit bank tersebut dinilai sudah selesai sehingga bisa menjalankan operasionalnya seperti semula.

Sebelumnya diberitakan, BI meminta pemegang saham BPI untuk menambah modal, karena CAR-nya tidak memenuhi persyaratan dan giro wajib minimum (GWM) rupiah mereka hanya satu persen dari total dana pihak ketiga (DPK), sedangkan ketentuan BI mensyaratkan harus lima persen dari DPK.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Harian BPI, Suhaji Lestiadi mengatakan, selain setoran modal Rp 20 miliar, mereka kemungkinan akan menyetorkan modal lagi sebesar Rp 80 miliar pada bulan Agustus 2004.

"Tapi untuk saat ini jumlah setoran yang Rp 20 miliar ini sudah cukup untuk membuat modal BPI sesuai dengan ketentuan BI," katanya.

Menurut dia, BPI dalam rangka melakukan pembenahan tim caretaker akan dibantu oleh Tim Asistensi dari Bank Muamalat Indonesia (BMI).

Untuk mendukung pengembangan BPI di masa mendatang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan menginstruksikan kepada seluruh warga dan simpatisan Muhammadiyah, termasuk amal-amal usaha Muhammadiyah untuk menjadi nasabah dan menempatkan dana-dananya di BPI.

Fit and Proper Test

Secara terpisah, Deputi Gubernur Senior BI, Anwar Nasution membenarkan, adanya setoran modal ke BPI, tetapi investor baru tersebut harus mengikuti proses lebih lanjut yakni uji kelayakan dan kepantasan (fit and proper test). Fit and proper test ini belum bisa dilaksanakan, karena masih menunggu kelengkapan administratif.

"Memang dana itu sudah masuk ke dalam rekening penampungan, tetapi masih harus dilakukan proses lanjutan," kata Anwar.

Manajemen BPI sendiri, hingga saat ini belum bersedia menjelaskan lebih lanjut mengenai siapa sebenarnya AA Corporation. Hanya disebutkan bahwa AA Corporation merupakan perusahaan asal Malaysia yang memiliki jaringan bisnis ke seluruh dunia.

Perusahaan itu disebutkan mempunyai banyak lini bisnis dari asuransi, perbankan, hingga pembangkit listrik. (BD/N-3)


Last modified: 29/5/04