PURWOKERTO - Seluruh Kereta Api (KA) yang diberangkatkan dari Daerah Operasi (Daop) V PT KAI Purwokerto, Jateng, kini dikawal petugas polisi dan TNI. "Pengawalan KA ini dimaksudkan untuk mengamankan para penumpang KA yang perjalanannya malam hari," kata Kepala Daop V Purwokerto Ir Sutjahjono didampingi Kahumas Daop V Supriyadi kepada wartawan Kamis (27/5).
Menurut Sutjahjono, Ka yang berangkat dari Purwokerto dan perlu pengawalan adalah KA Sawunggalih Utama (Kutoarjo-Pasar Senen), KA Sawunggalih Selatan ( Kutoarjo-Kiaracondong), KA Serayu (Kroya-Bandung-Jakarta), KA Purwajaya (Purwokerto- Gambir). Sedang KA Logawa (Purwokerto-Jember) tidak dikawal karena perjalanannya siang hari.
Permintaan pengawalan KA kepada TNI dan Polri ini, untuk memberi kan rasa aman kepada para penumpang.
Mengingat beberapa waktu lalu, KA Serayu (Kroya-Bandung-Jakarta) dirampok kawanan penjahat di daerah Purwakarta, Jabar. Sehingga pihak Daop V Purwokerto mintan bantuan pengawalan dari Polwil Banyumas di Purwokerto dan Korem 071/Wijayakusuma Banyumas/Pekalongan, juga di Purwokerto.
Menurut Sutjahjono, sebenarnya wilayah Daop V termasuk daerah yang aman. Namun KA dari Daop V ini harus melewati jalur yang rawan keamanan, yaitu di jalur antara Tasikmalaya-Kiaracondong dan jalur antara Bekasi-Jatinegara.
Tertibkan Pengamen
Selain menyertakan petugas keamanan dalam perjalanan KA, Daop V juga berupaya menertibkan para pengamen dan pengasong yang naik ke dalam KA. Sutjahjono mengakui, jumlah pengamen dan pengasong yang ikut naik KA belakangan ini jumlahnya terus meningkat, sehingga perlu ditertibkan karena pencopet sering menyamar sebagai pengamen. (WMO/M-15)