MEDAN - Organisasi wartawan Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Kota Medan dan Persatuan Wartawan Indonesia Reformasi (PWIR) Sumut mengecam perusakan sekretariat tabloid mahasiswa Suara USU yang terjadi Kamis (27/5) dini hari.
Dalam aksi perusakan sekitar pukul 03.00 WIB dini hari itu, sejumlah orang tak dikenal menghancurkan sejumlah fasilitas, seperti kursi serta memecahkan kaca jendela sekretariat Suara USU.
Para pelaku juga mencoret dinding sekretariat Suara USU dengan caci maki yang bertuliskan kata-kata kotor dan hujatan lainnya. Motif perusakan kantor tabloid terbitan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut, diduga berkaitan dengan salah satu pemuatan pemberitaan Suara USU.
Ketua AJI Medan Darma Lubis, Kamis (27/5) mengatakan, perusakan yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab tersebut merupakan usaha untuk menghalangi kebebasan pers yang dijaman demokratis. "Kami siap mendampingi Suara USU dalam mengusut para pelaku perusakan melalui jalur hukum," katanya.
Secara terpisah, Ketua Koordinator Daerah (Koorda) Persatuan Wartawan Indonesia Reformasi (PWIR) Sumut Deny S Batubara juga menyesalkan peristiwa perusakan Sekretariat Suara USU tersebut. Dia meminta agar polisi serius mengusut pelaku perusakan.
"Tindakan perusakan yang mengekang kebebasan pers ini tidak bisa ditoleransi. Untuk itu, polisi diharap serius mengusut pelaku yang telah melanggar Undang-Undang (UU) Pokok Pers No 40/2003.
Hal ini penting agar pelanggar undang-undang ini tidak meluas sehingga melanggar prinsip-prinsip demokrasi yang sekarang ini sedang disuarakan semua pihak," katanya.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi (Pemred) Suara USU, Erlina Dalimunthe mengatakan, beberapa jam sebelum terjadi perusakan Sekretariat Suara USU tersebut, Erlina mengaku diteror oleh seorang lelaki dengan kata-kata ancaman dan makian lewat telepon selularnya ketika masih berada di kantornya.
Bahkan, Herlina juga mengaku diserempet sejumlah pria bersepeda motor ketika hendak masuk ke sebuah warung telepon (wartel) di USU. Namun ia tidak mengenali para pria tersebut karena masing-masing mengenakan helm berkaca gelap.
Dalam tabloid Mahasiswa Suara USU pada edisi 41, Selasa 25 Mei 2004 itu memuat sejumlah berita aktual di USU yaitu Ternyata USU Miskin Fasilitas, Mencari Jejak Dana Kemahasiswaan (Laporan Utama), Pergerakan Mahasiswa Terlena Dalam Liang Kubur (Laporan Khusus), dan Harga Sebuah Aksi Mahasiswa.
Hingga kemarin sore, kasus perusakan terhadap Suara USU ini belum dilaporkan kepada polisi. Seluruh aktivis Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) USU dan Pers Mahasiswa Suara USU sedang membahas tindakan pengusutan para pelaku perusakan tersebut. (151)