JAKARTA - Pembagian jatah kursi kabinet antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Golkar baru akan dibicarakan pada putaran kedua pemilihan presiden. Tim bersama yang dibentuk kedua partai itu baru membicarakan strategi apa yang akan digunakan untuk lolos dalam putaran pertama pemilihan presiden 5 Juli nanti.
Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKB, AS Hikam, kepada Pembaruan, Jumat (28/5). Dia diminta tanggapan atas pemberitaan bahwa PKB ingin memiliki tanggung jawab penuh dalam bidang hukum selama berkoalisi dengan Partai Golkar.
"Dalam suatu koalisi, itu (pembagian kursi menteri) wajar. Tapi, saat ini kami belum membicarakan siapa yang akan menjabat. Itu masih jauh. Nantilah, setelah kita lolos dari putaran pertama," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP PKB, Alwi Shihab, mengatakan PKB dan Partai Golkar memang belum membicarakan pembagian kursi menteri atau posisi di kabinet nanti.
Namun, kedua partai sudah membicarakan kontribusi apa saja yang dapat disumbangkan dalam pembentukan kabinet nanti.
PKB, kata Alwi semalam, ingin agar mempunyai tanggung jawab penuh di bidang hukum. "Tapi, kami belum bicara soal departemen," katanya.
Lebih lanjut dikatakan, dukungan yang diberikan kepada pasangan Wiranto dan Shalahuddin Wahid tanpa syarat yang macam-macam. Kalau pun ada syarat, hal itu lumrah terjadi dalam suatu koalisi.
Sementara menurut Hikam, persoalan yang selalu dikedepankan PKB selama ini adalah masalah penegakan hukum dan pengawasan pemerintahan. Oleh karena itu, dalam berkoalisi dengan Partai Golkar, persoalan itu akan diprioritaskan.
"Jadi, saat ini kami baru menyatukan visi dan misi dulu yang kemudian akan menjadi semacam GBHN (Garis Besar Haluan Negara, Red). Untuk itu, kami telah membuat tim bersama," katanya.
Menurutnya, tim gabungan itu baru dua kali bertemu sehingga masih banyak persoalan visi dan misi yang harus dibahas. Meski demikian, sampai sejauh ini belum ada perbedaan pendapat yang berarti dari kedua partai.
Yang jelas, katanya, orang-orang PKB yang berada di dalam tim itu akan berusaha agar program-program mereka dapat mewarnai visi dan misi pasangan Wiranto dan Gus Sholah.
"Kalau tidak, konstituen kami akan menanyakan apa hasil dari perjuangan kami selama ini," katanya. (O-1)