SERANG - Untuk menggenapi kekurangan guru bantu di wilayah Banten, Pemerintah Provinsi Banten dalam waktu dekat akan melakukan perekrutan 922 guru bantu yang baru. Hal ini dilakukan karena 16.854 guru bantu yang telah direkrut tahun 2003, belum memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di Banten dengan prioritas tenaga yang memiliki akta kependidikan.
Anggota Komite Subsidi Guru Banten H Uus Kuswoyo SPd, di Serang, Rabu (26/5) mengatakan, alasan mengutamakan para pelamar guru bantu yang telah memiliki akta kependidikan adalah agar dalam mengajar, mereka tidak perlu lagi diberikan arahan, karena sudah paham dengan sistem dan metode dunia pendidikan yang mereka hadapi.
Uus menjelaskan, walaupun ada persyaratan akta pendidikan itu, sampai sekarang belum ada keputusan dari pemerintah untuk menaikkan gaji para guru bantu yang hanya berkisar Rp 460.000 per bulannya. "Sebatas wacana yang sudah dibicarakan. Namun hingga saat ini belum ada keputusan dari pemerintah untuk menaikkan insentif para guru bantu tahun 2004 ini," tuturnya.
Ia menjelaskan, dari 16.854 guru bantu yang direkrut 2003 lalu, tenaga yang efektif sampai saat ini hanya berjumlah 16.483, selebihnya sebanyak 371 guru bantu tidak lagi mengajar karena mengundurkan diri dengan alasan yang beragam, seperti menjadi caleg maupun karena mengikuti perpindahan suami.
"Oleh karena itu agar meringankan pengeluaran para guru bantu, maka akan diusahakan tempat tinggal para guru bantu tidak jauh dengan lokasi mengajar," jelasnya. (149)