SUARA PEMBARUAN DAILY

Truk Dirampok, Sopir Dimasukkan ke Karung

TANGERANG - Sebuah truk tronton milik PT Lancar Central Logistik (LCL), yang bermuatan 30 ton pelat besi, dijarah oleh sekawanan perampok bersenjata celurit, di Jalan Tol Karawaci arah Jakarta, tepatnya di KM 19, Kota Tangerang, Kamis (27/5) dini hari, pukul 01.00 WIB.

Selain merampas truk, kawanan pelaku yang berjumlah lima orang itu juga menganiaya sopir truk Rohayadi (32) dan kernetnya, Suhendi (20). Keduanya dimasukkan ke dalam dua buah karung beras, sebelum akhirnya dibuang di Jalan Tol Jagorawi, Ciawi, Kabupaten Bogor.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa perampokan tersebut berawal ketika truk milik PT LCL bermuatan puluhan ton plat besi tersebut, berangkat dari Cilegon dengan tujuan Jakarta.

Saat melintas di KM 19 Jalan Tol Karawaci, Rohayadi memutuskan untuk menghentikan kendaraan di tepi jalan karena dia merasa sangat lelah dan mengantuk. Belum lagi lelapnya terhapus, Rohayadi dan Suhendi dikagetkan dengan kehadiran lima pria tak dikenal yang mengendarai mobil kijang warna gelap yang membangunkan keduanya dengan kasar. Tiga pelaku kemudian langsung melumpuhkan korban dengan cara mengalungkan celurit ke lehernya masing-masing.

Dalam keadaan tak berdaya, pelaku kemudian langsung dipindahkan ke dalam mobil yang dikendarai pelaku. Sedangkan kemudi truk tronton tersebut kemudian
diambil alih oleh salah seorang pelaku. Di dalam mobil kijang tersebut, pelaku akhirnya mengikat kedua tangan dan kaki korban. Mereka juga menutup mulut dan mata kedua pria asal Desa Nanggung, Kopok, Serang tersebut dengan lakban yang sudah disediakan supaya keduanya tidak berteriak. Setelah itu, kedua korban kemudian dimasukkan ke dalam karung beras sebelum akhirnya dibuang di Jalan Tol Jagorawi, Ciawi, Kabupaten Bogor.

Sementara pelaku kemudian melanjutkan perjalanan membawa kabur truk tersebut ke wilayah Bogor. Kedua korban baru berhasil lolos dari dalam karung, setelah warga sekitar yang kebetulan melintas menemukan tubuh keduanya. Korban selanjutnya dibawa ke kantor polisi setempat.

Namun, mengingat tempat kejadian perkaranya
terjadi di wilayah Tangerang, maka korban disarankan untuk melaporkan kejadian itu ke Mapolres Tangerang.

Kasat Reserse Kriminal Polres Tangerang AKP Asep Adi Saputra, ketika dikonfirmasi wartawan seputar peristiwa perampokan tersebut, menolak untuk memberikan komentar dengan alasan dirinya sedang sibuk. "Kejadian apa? Di mana? Memang pelakunya menelepon kamu. Kok kamu tahu? Maaf, saya sekarang sedang sibuk karena dipanggil pak Wakapolres," ujar Asep sembari berlalu meninggalkan wartawan. (132)


Last modified: 28/5/04