SUARA PEMBARUAN DAILY

Merpati Buka Isolasi Timor Leste

BARU dua tahun merdeka, wajah Timor Leste banyak berubah. Padahal negara itu baru saja dilanda tragedi kemanusiaan yang memilukan, mulai dari pembakaran rumah-rumah penduduk hingga pembunuhan.

Di Kota Dili, bangunan-bangunan baru bermunculan di sela-sela puing-puing reruntuhan bangunan lama yang sengaja dibakar oleh milisi. Di jalan-jalan, berbagai model mobil berkeliaran, dari jenis Kijang hingga Mercedes.

Sebagian besar mobil-mobil itu dijadikan taksi. Angkutan kota jarang terlihat. Warga Kota Dili pun lebih aman dan nyaman menggunakan taksi ketimbang angkutan umum. Selain demi gengsi juga mau mengekspresikan kebebasan. Karena ketika menumpang taksi seseorang bisa dengan bebas meminta jenis musik dengan volume suara yang diinginkan.

Penampilan sopir taksi pun sangat santai. Ada yang hanya memakai celana pendek atau sarung tidur. Padahal mereka mengemudi taksi jenis Ford, Honda Civic, Hyundai dan Mercy. "Santai saja mas, di sini bebas kok ," kata seorang sopir taksi jenis Honda Civic kepada Pembaruan, di Dili, pekan lalu.

Kebebasan, itulah kata yang didambahkan warga Dili. Karena itu pun, demi kebebasan mereka mau berekonsiliasi dengan Indonesia. Mereka mau menjalin hubungan baik dengan melupakan masa lalu, melupakan penderitaan dan kepedihan. "Tapi, yang bersalah harus tetap diadili, khususnya milisi dan para petinggi militer" kata sopir taksi itu sembari menunjukkan gedung Pengadilan Distrik Dili, kantor yang mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Jenderal (Purn.) Wiranto.

"Di sini (Pengadilan Distrik Dili) surat perintah itu dikeluarkan. Tapi sayang, Jaksa Agung Longuinhos Monteiro membatalkannya. Padahal kami sebagai korban mengharapkan pengadilan bisa menyeret mereka-mereka itu," katanya menyesal.

Taksi warna silver yang dikemudinya melaju perlahan melewati daerah Kolmera, kawasan bisnis dan perdagangan di Kota Dili. "Gedung itu nantinya akan menjadi kantor pusat pesawat Lorico Airlines, maskapai penerbangan pertama milik Timor Leste," katanya menunjuk sebuah gedung yang cukup mewah untuk ukuran setempat. "Saat ini, Lorico Airlines sedang dicat di Jakarta."

Menurut laporan Timor Post, harian terbesar Timor Leste, yang menggunakan bahasa Indonesia, Tetun, Portu dan Inggris, ada dua pesawat komersial yang akan beroperasi di Timor Leste yakni Lorico Airlines dan Kakoak Airlines. Kedua maskapai itu akan melayani rute Dili-Denpasar-Surabaya.

Direktur Lorico Airlines, Dr Ir Adriantono M Msc, mengatakan, tujuan pengadaan maskapai penerbangan itu adalah untuk mengurangi ketergantungan dengan pihak asing. Pesawat komersial itu nantinya akan berbasis di Dili dan siap membantu pemerintah dan masyarakat yang hendak melakukan kunjungan dan perjalanan ke luar negeri. Selain itu, Lorico Airlines - yang akan bekerja sama dengan Garuda Indonesia - ingin mencegah monopoli harga.

Jembatan Udara

Tapi untuk saat ini, hanya maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines yang melayani rute Denpasar-Dili, jalur yang terbilang ramai. Seorang petugas Merpati di Dili, mengatakan, sampai saat ini, pesawat Merpati adalah jembatan udara satu-satunya yang membuka isolasi negara Timor Leste. Setiap hari, sekitar 70 persen dari kursi yang tersedia terisi penuh.

"Terkadang dalam sehari kami menerbangkan dua pesawat, seperti yang terjadi saat ini, yakni menjelang dan sesudah perayaan HUT Kemerdekaan Timor Timur," kata seorang petugas Merpati di Bandara Comoro, Dili, akhir pekan lalu.

Bukan cuma ke Dili, Merpati juga menjangkau tempat-tempat terpencil di Indonesia timur. Karena itu, tidak heran nama Merpati sangat akrab di telinga masyarakat Timor Leste dan kawasan Indonesia timur lainnya.

Menanggapi munculnya dua maskapai penerbangan baru di Timor Leste, Manajer Umum Marketing Merpati Nusantara Airlines, Jaka Pujiyono, di Jakarta, Kamis (27/5), mengatakan, Merpati tidak merasa terganggu dengan munculnya dua maskapai penerbangan baru itu. Merpati malah merasa bersyukur karena kelak bisa menjalin partner dengan salah satu dari dua maskapai penerbangan baru. "Dengan membangun partner kita bisa mengurangi biaya investasi," katanya.

Menurut dia, saat ini Kakoak Airlines yang sudah mendapat izin terbang dan siap dioperasikan. "Merpati Nusantara Airlines bekerja sama dengan perusahaan penerbangan ini, terutama dalam membantu persiapan-persiapan termasuk melatih pramugari dan staf lainnya," kata Jaka yang pekan lalu baru bertemu menteri perhubungan Timor Leste untuk membahas rencana pengoperasian Kakoak Airlines.

Tentang kebijakan dan keberanian Merpati Nusantara Airlines membuka rute-rute baru ke wilayah-wilayah terpencil, Jaka mengatakan, itu salah satu misi yang diemban dan terus dipertahankan. "Visi Merpati tidak terlepas dari misi sosial. Itu yang menjadi unggulan kami dan yang membedakan dengan maskapai penerbangan lain. Merpati tidak cuma mencari profit, tapi melayani masyarakat hingga ke wilayah terpencil," katanya.

Namun, untuk memudahkan jangkauan ke wilayah-wilayah terpencil, pihak Merpati sangat mengharapkan bantuan dan kerja sama dari pemerintah setempat. "Untuk mempercepat proses, pemerintah daerah setempat diharap bisa memberikan kontribusinya," kata Jaka.

PEMBARUAN/GUSTI LESEK


Last modified: 28/5/04