JAKARTA - PT Bank NISP Tbk membagikan dividen tahun buku 2003 sebesar Rp 41,339 miliar atau setara Rp 10 per saham. Total dividen tersebut mencapai 23 persen dari laba bersih 2003 yang sebesar Rp 177 miliar.
"Pembagian dividen tersebut telah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NISP hari ini,'' kata Direktur Utama Bank NISP, Pramukti Surjaudjaja, di Jakarta, Kamis (27/5).
Selain pembagian dividen, RUPS Bank NISP juga mengangkat seorang direktur dan dua komisaris independen yang mewakili OCBC Bank Singapura selaku investor baru. Direktur yang diangkat adalah Muliadi Hardja, sedangkan Komisaris Independen Lee Tih Shih dan Na Wu Beng.
Sementara itu, PT Aneka Tambang tbk (Antam) juga membagikan dividen Rp 73,63 miliar atau setara Rp 38,60 per lembar saham. Dividen tersebut mencapai 32,5 persen dari laba Antam tahun 2003 yang sebesar Rp 226,6 miliar.
''Kami akan membayar dividen sebesar Rp 38,60 per saham pada 30 Juni 2004,'' kata Direktur Utama Antam, Dedi Aditia Sumanegara, seusai RUPS di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, dividen yang dibagikan pada 2003 lebih rendah 50 persen dibanding tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan perseroan mengalokasikan dana untuk proyek Bauksit di Blok Tahyan di Kalimantan Timur (Kaltim) yang mencapai US$ 30 juta.
Selain pembagian dividen, RUPS Antam juga menyetujui pengangkatan Wisnu Askarai Marantika sebagai Komisaris Utama dan Nirwandi Arief sebagai Komisaris Independen perseroan.
Sedangkan PT Astra Internasional Tbk (Astra) membagi dividen final Rp 220 per saham yang merupakan 20 persen dari laba bersih tahun 2003 sebesar Rp 4,421 triliun. Sebelumnya, perseroan telah mebayar dividen interim sebesar Rp 50 pada 18 Desember 2003.
"Kami akan membayar sisa dividen sebesar Rp 170 per saham pada 14 Juli 2004,'' kata Presiden Direktur Astra, Budi Setiadharma, seusai RUPS di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, sisa laba bersih sebesar Rp 80 miliar akan digunakan untuk dana cadangan, modal kerja, dan investasi. (J-9)