JAKARTA - Meskipun sudah diumumkan dan bahkan dipublikasikan oleh Partai Sarikat Indonesia (PSI), pengajuan Siswono Yudo Husodo sebagai calon presiden (capres) belum dianggap resmi dan masih harus menunggu Musyarawah Kerja Nasional (Mukernas) partai itu sekitar Mei nanti. PSI bisa saja mengajukan capres lain, seperti Susilo Bambang Yudhoyono atau Nurcholish Madjid (Cak Nur), bergantung hasil Mukernas.
Ketua Umum PSI Rahardjo Tjakraningrat di sela-sela kampanye putaran terakhir PSI, di Lapangan Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis. "Kalau Cak Nur yang pantas dilamar, ya Cak Nur yang dilamar atau SBY, itu semua kan orang-orang bagus, dan sementara ini Siswono yang dianggap terbagus," katanya. Hadir juga di kampanye itu Sekjen PSI Jumhur Hidayat dan beberapa juru kampanye nasional, di antaranya Djatikusumo.
Menurut dia, yang penting bagi bangsa ini pemimpin yang bisa membawa keluar dari situasi krisis. Mengenai Cak Nur, Rahardjo menilai calon yang baik, dengan catatan harus didampingi orang yang memiliki kemampuan manajerial. Itu perlu dilakukan karena Cak Nur dinilainya bukan orang yang memiliki kemampuan manaerial bagus.
Pendamping
Pendamping Cak Nur untuk waprss, katanya, PSI memiliki beberapa calon, di antaranya Sophan Sophiaan dan Agum Gumelar. "Tapi yang penting nanti apa maunya orang di bawah itu, maunya rakyat itu apa.Itu yang kita lihat, tunggu saja di Mukernas," kata Rahardjo.
Dalam konsep PSI, menjadi peserta pemilu tidak identik dengan mengejar kekuasaan, terutama di kabinet. Anggota DPR yang berasal dari PSI nantinya akan bersikap kritis bukan hanya terhadap pemerintahan, tetapi juga kritis terhadap lembaga legislatif itu sendiri. Bahkan seandainya Siswono atau capres lain yang diajukan menjadi presiden, PSI akan menunjukkan posisinya sebagai partai yang mampu menjaga jarak dengan tidak menempatkan orang-orangnya di kabinet.
Sementara kampanye PSI di Gelanggang Oleh Raga Kapuas, Kalimantan Tengah, Rabu lalu dibubarkan polisi karena alasan waktunya telah melampaui izin berkampanye.
''Izin yang kami peroleh dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) pukul 13.00-16.00, sedangkan izin dari polisi pukul 12.00-16.00. Tapi kampanye PSI disuruh berhenti pukul 13.20,'' kata juru kampanye PSI Ricky Sutanto kepada Pembaruan, di Jakarta, kemarin.
Dihentikan
Penghentian kampanye terjadi setelah dia usai berorasi dan massa PSI sedang menyantap makan siang. ''Tiba-tiba pada pukul 13.20 datang tiga intel dari kepolisian menghampiri caleg PSI Betty menyuruh agar kampanye segera dihentikan. Caleg PSI itu mencoba memberi penjelasan mengenai izin yang sudah diperoleh, tetapi ketiga intel itu naik ke panggung dan para penyanyi langsung behenti menyanyi,'' tuturnya.
Dalam orasinya Ricky berpendapat, krisis utama yang dihadapi bangsa ini adalah krisis ekonomi. ''Apabila rakyat mempercayakan kepada PSI, maka partai ini sudah memiliki solusi dan menjanjikan rakyat akan sejahtera mulai tahun 2005,'' ujarnya.
Janji yang ditawarkan antara lain wajib pendudukan bagi setiap warganegara hingga SMA, kuliah dengan biaya gratis untuk satu orang anak dari setiap keluarga. Gaji minimal setiap guru ditetapkan Rp 2 juta per bulan, begitu juga gaji anggota TNI paling sedikit Rp 2juta sedangkan untuk perwira disesuakan dengan standar gaji negara ASEAN. (M-5/Y-3)