
Pembaruan/Jurnasyanto Sukarno
ORASI POLITIK - Ketua Umum Partai Pelopor Rachmawati Soekarnoputri didampingi budayawan Nurcholish Madjid (kiri) memberikan orasi politiknya di hadapan massa pendukung partai tersebut, saat kampanye putaran terakhir di Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/4). Dalam orasinya Rachma mengecam kebijakan pemerintahan saat ini yang telah menjual aset-aset negara ke pihak luar negeri.
JAKARTA - Ketua Umum Partai Pelopor Rachmawati Soekarnoputri mengingatkan para kader dan simpatisan partainya agar tidak tergiur dengan janji-janji kosong yang diumbar oleh para juru kampanye. Hal itu dikatakan Rachmawati saat berkampanye dihadapan massanya pada putaran terakhir kampanye terbuka, yang digelar di Gedung Gelora Bung Karno, Kamis (1/4).
"Buktinya, ketika orang yang memberikan janji-janji itu sampai pada puncak kekuasaan, sama sekali tidak memenuhi janjinya," kata Rachmawati di hadapan massanya dalam putaran terakhir kampanye di Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin.
Kepada massanya dia menjanjikan akan membuktikan Partai Pelopor adalah partai yang bisa membawa bangsa Indonesia keluar dari krisis ekonomi yang saat ini masih dirasakan oleh rakyat. "Karena itu, untuk mencapai kemenangan bagi partai, kita harus berjuang keras. Pelopor akan berjuang pada garis kepentingan rakyat karena suara rakyat adalah suara Tuhan," ujarnya.
Untuk itu, sambung adik Presiden Megawati Soekarnoputri itu, bila partainya mendapatkan perolehan suara di Pemilu ini, maka program yang akan dilakukan adalah membebaskan biaya pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi.
Pendidikan, tuturnya, merupakan hal yang menjadi titik perhatian dari Partai Pelopor. Alasannya, pendidikan yang baik akan menjadi faktor yang mendorong perbaikan negara dari segi sumber daya manusia.
Mengenai massa Partai Pelopor yang datang di arena kampanye hanya sekitar 10.000 orang, dan terlihat sangat sedikit dibandingkan dengan kapasitas Gelora Bung Karno yang mencapai 110.000, Rachmawati menilai, massa yang datang itu adalah murni kader dan simpatisan partai. "Ini adalah massa aksi, massa real, karena partai ini adalah partai yang bebas dari unsur korupsi, kolusi, dan nepotisme," katanya bersemangat yang disambut kibaran bendera partai oleh para pendukungnya.
Sementara cendikiawan muslim Nurcholish Madjid, yang akrab disapa Cak Nur, tampak hadir di kampanye Partai Pelopor itu. Selama masa kampanye ini, dia terlihat sering mendatangi berbagai partai untuk melihat kampanye. "Sekitar tujuh partai yang saya datangi, dengan tujuan untuk membentuk aliansi orang-orang bersih melalui deteksi kelompok yang bersih. Harus kita akui, sebenarnya orang-orang bersih itu menyebar di mana-mana," tutur Cak Nur. Kriteria orang- orang bersih, menurut dia, adalah mereka yang tidak berindikasi sebagai koruptor
Beberapa partai yang tergabung dalam aliansi bersih selain Partai Pelopor, di antaranya adalah Partai Amanat Nasional, dan Partai Kebangkitan Bangsa. Aliansi ini, jelasnya, bukan merupakan koalisi dan bersifat longgar, tapi intinya aliansi ini merupakan lawan bagi partai yang anti reformasi. (L-10)